Amankan Aksi Damai di Bawaslu, Polri Kerahkan Brimob Berpeci dan Sorban Putih

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sejumlah anggota Brimob dengan mengenakan peci dan sorban putih dalam mengamankan jalannya aksi damai di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (10/5) siang.

Anggota Brimob dengan penampilan berbeda itu jelas terlihat diantara sejumlah personil keamanan lainnya seperti TNI dan Satpol PP.

Dengan mengenakan peci dan sorban yang dikalungkan di bahu, para personil Brimob itu juga melafalkan pujian Asmaul Husna seperti yang dilakukan oleh peserta aksi damai.

Aksi damai itu menuntut Bawaslu untuk memprotes adanya dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.

“Aksi damai ini menuntut Bawaslu harus bertindak tegas terhadap kecurangan Pemilu,” demikian salah satu petikan orasi di depan kantor Bawaslu di hadapan ribuan peserta aksi damai.

Para aparat keamanan juga bersiaga di sekitar kawasan kantor Bawaslu. Kendaraan mobil barracuda dan Water Canon Polri juga turut disiagakan untuk mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan.

Imbas dari aksi damai itu, kemacetan lalu lintas terjadi mulai dari bundaran HI menuju Monas, begitupun sebaliknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.