Alumni 212 Laporkan Kriminalisasi Ulama ke Komnas HAM

1
136
alumni 212
Presidium Alumni 212 saat melakukan pertemuan dengan Komisioner Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

JAKARTA – Hari ini, Jumat (19/5/2017), alumni aksi 212 menggelar long march ke Komnas HAM. Mereka meminta Komnas HAM turun tangan membantu ulama yang mereka sebut tengah dikriminalisasi.

Massa memulai aksi dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Kemudian pasca salat Jumat, mereka membubuhkan tanda tangan petisi di atas kain putih panjang kurang lebih 15 meter.

Petisi tersebut untuk mendukung Tim Investigasi Komnas HAM untuk berani, tidak ragu dan tidak kendur dalam mengusut tuntas pelanggaran HAM (berupa kriminalisasi, teror, dan intimidasi) terhadap para ulama dan aktivis.

alumni 212
Aksi tanda tangan petisi dukungan ke Komnas HAM terkait kriminalisasi ulama. (FOTO: SERUJI/Ikhwan Fakhrie Rahmat)

Setelah proses tanda tangan petisi, massa melakukan long march ke kantor Komnas HAM di Jl. Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo dan anggota perwakilan diterima di kantor Komnas HAM. Mereka diterima oleh dua komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Natalius Pigai.

“Hari ini kita membawa jutaan petisi untuk memberikan dukungan ke Komnas Ham khusus untuk kriminalisasi yang semakin masif dilaksanakan oleh pemerintahan kita,” kata Sambo dalam audiensi.

Kriminalisasi yang dimaksud Sambo itu salah satunya merujuk pada kasus chat dugaan pornografi ‘baladacintarizieq’ yang dikait-kaitkan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, juga ustad Al Khathath yang dituduh makar.

“Kami datang kemari menyampaikan juga banyak fitnah-fitnah terhadap Habib Rizieq dengan kasus chat mesum itu sudah terlalu luar biasa, ini merupakan pelanggaran HAM yang gila-gilaan. Lalu kami meminta penangguhan untuk ustad Al Khathath (Sekjen FUI) yang sedang di Bareskrim apalagi saat ini beliau sedang sakit. Yang juga perlu diingat tidak boleh diskriminatif kepada kelompok kita yang terus ditekan,” kata Sambo.

Sambo berharap, Komnas HAM menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan negara berkedok kriminalisasi.

“Kriminalisasi yang dilakukan pemerintah terhadap sejumlah ulama mencerminkan karakter sesungguhnya pemerintahan Joko Widodo -Jusuf Kalla.” ujarnya.

Dukungan kepada Komnas HAM diberikan karena adanya dugaan ‎intervensi terhadap pembela hak asasi manusia tersebut. Intervensi bukan hanya dari luar bahkan dari institusi Komnas HAM sendiri.

“Ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi Komnas HAM dalam bertugas, bahkan ada informasi pak Natalius Pigai (Komisioner komnas HAM) akan dimakzulkan,” katanya.

Di pihak Komnas HAM, Komisioner Komnas HAM Siane Indriani secara resmi menerima pengaduan itu. Ia mengatakan, Komnas HAM akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami mengapresiasi karena sudah mengadu ke Komnas Ham dan mempercayai Komnas Ham. Ini merupakan kewajiban kami dan kami pasti menyampaikan mana yang salah mana yang benar,” kata Siane.

Sementara itu Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengaku mengapresiasi dukungan yang diberikan kepadanya. Menurutnya Komnas HAM tidak pernah kendur terhadap intervensi apapun.

“Komnas HAM tetap profesional dalam melakukan investigasi, dan tidak pernah takit diintervensi,”ujarnya.

alumni 212
Massa alumni 212 long march ke Komnas HAM. (FOTO: SERUJI/Ikhwan Fakhrie Rahmat)

Sebelumnya, sejumlah tokoh dari Presidium Alumni 212 melakukan audiensi dengan Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Kamis, 4 Mei 2017. Pertemuan tersebut digelar untuk mendesak Komnas HAM agar segera menindaklanjuti sejumlah dugaan pelanggaran HAM terhadap para ulama dan aktivis yang aktif menyuarakan keadilan hukum, terkait kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama.

 

EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA
Ketua Umum HMI 2018

Selamat, Saddam Al Jihad Terpilih Sebagai Ketua HMI yang Baru

AMBON, SERUJI.CO.ID - Saddam Al Jihad, mahasiswa Program Doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) akhirnya terpilih memimpin organisasi mahasiswa ekstra kampus tertua di Indonesia, Himpunan...
ott, korupsi

OTT Oknum BPN Lhokseumawe Ditetapkan Jadi Tersangka

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Tim Saber Pungli Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menetapkan salah seorang oknum PNS di Badan Pertanahan Nasional (BPN), S (54), menjadi tersangka hasil dari...
gunung agung

Promosi Pariwisata Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, wilayah timur Bali, yang sempat beberapa...
Rudiantara

2019 Kominfo Targetkan Indonesia Terhubung Internet

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara menargetkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia terhubung jaringan internet dengan kecepatan tinggi pada 2019 sehingga semua orang...
Abhan

Bawaslu: Penyelenggaraan Pilkada Jangan Mudah Tergoda Suap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak mudah tergoda suap selama menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada)...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...