Alfian Tanjung: Ahok Tidak Dihukum Minimal 5 Tahun, Sama Saja Menghina Hukum yang Berlaku di Indonesia

1
362
alfian tanjung
Ustadz Alfian Tanjung dalam orasinya pada Aksi Bela Islam 55 (ABI 55) di depan Stasiun Gambir, Jakarta, Jum'at, 5/5/2017. (FOTO: Jarot Sumarjono/SERUJI)

JAKARTA – Aksi menuntut keadilan hukum atas kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok makin kencang disuarakan. Salah satunya disampaikan oleh ustadz Alfian Tanjung, Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), melalui orasinya dalam Aksi Bela Islam 55 (ABI 55) di Jakarta, Jum’at (5/5/2017).

“Jika Ahok tidak dihukum minimal 5 tahun, maka hal tersebut sama saja menghina hukum yang berlaku di Indonesia,” kata ustadz Alfian Tanjung dalam orasinya di depan Stasiun Gambir, pukul 14.00 WIB.

“Arswendo dihukum 5 tahun karena menghina Nabi Muhammad SAW dengan menempatkan Nabi Muhammad pada urutan 10 dalam polling yang dibuat oleh Arswendo. Pada tahun 1993, Permadi dihukum 6 tahun karena mengatakan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang diktaktor. Nah, jika Ahok yang sudah menghina Al-Qur’an tidak dihukum minimal 5 tahun, maka hal tersebut sama saja menghina hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar ustadz Alfian, tokoh yang selama ini dikenal dengan ceramahnya tentang kebangkitan PKI di Indonesia.

Selanjutnya ustadz Alfian Tanjung menghimbau agar umat Islam tetap bersabar, karena saat ini perwakilan Aksi Bela Islam 55 sedang berunding dan menyampaikan tuntutan umat Islam di dalam gedung Mahkamah Agung (MA).

Menurut pantauan SERUJI di lapangan, Aksi Bela Islam 55 (ABI 55) hari ini di Jakarta berlangsung tertib dan damai. Aksi dimulai dengan sholat Jum’at dan kemudian dilanjutkan dengan long march dari Masjid Istiqlal menuju Mahkamah Agung.

Hingga berita ini diturunkan, ABI 55 masih terus berlangsung. Diperkirakan jumlah yang hadir adalah sekitar 1 jutaan orang yang berbaris rapi dari gedung Mahkamah Agung (MA) hingga Tugu Tani. Mereka masih menunggu hasil pertemuan dari delegasi yang dikirim ke MA tersebut.

CJ & FOTO: Jarot Sumarjono
EDITOR: Iwan Y

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Endun Abdul Haq

Persyaratan Administrasi Seluruh Cagub/Cawagub Jabar Belum Lengkap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan berkas persyaratan administrasi seluruh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023...
mui

MUI Sayangkan MK Setarakan Agama dan Kepercayaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyetarakan agama dan aliran kepercayaan, sebagaimana tertuang dalam putusan MK untuk kolom agama...
Jutaan PCC di Sidoarjo

Tak Ingin Kecolongan Soal Pil PCC, Aparat Desa di Sidoarjo Terbitkan Perdes

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Merasa kecolongan di wilayahnya dipakai sebagai gudang atau tempat penyimpanan jutaan pil Paracetamol Caffeine Carisoprodrol (PCC) oleh pendatang baru, Kepala Desa...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...