Aktivis Lingkungan Minta Polisi SP3 kan Kasus Tekwan Yang Berjuang Atas Hak Adat

0
150
Tekwan Ajat, pejuang hak adat masyarakat adat Long Isun, Mahakam Ulu. (foto:doc Walhi)

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID – Koalisi Kemanusiaan untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat mengajukan permohonan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur atas tersangka Tekwan Ajat.

“Sampai hari ini sudah 1.000 hari Bung Ajat menyandang status tersangka, tanpa ada kejelasan kasusnya,” kata perwakilan Jaringan Advokat Lingkungan Hidup (JAL) Fathul Huda Wiyashadi di Balikpapan, Rabu (29/11).

JAL bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Timur dan Pokja 30, serta Perkumpulan Nurani Perempuan menjadi elemen-elemen dari koalisi.

Tekwan Ajat (40 tahun) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kutai Barat sejak 29 Agustus 2014. Pemuda dari Kampung Long Isun itu kemudian ditahan selama 107 hari, sampai ia dibebaskan dengan jaminan.

“Namun, status tersangkanya tetap dan sewaktu-waktu bisa saja dipanggil lagi untuk ditahan,” lanjut Fathul Huda.

Sebelum Ajat ditangkap, polisi terlebih dahulu menahan Juan Ajang, Petinggi Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, pada 28 Agustus 2014. Sehari kemudian, bersama-sama dengan Tekwan Ajat ditangkap Lusang Aran, Kepala Adat Kampung Long Isun.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU