Aktivis: Awas KDRT Berdampak Pada Anak

0
21
KDRT
Ilustrasi KDRT

LONDON, SERUJI.CO.ID – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak saja berdampak kepada sang korban yang biasanya sang istri tetapi juga pada anak-anak yang turut merasa ketakutan, kebingungan, dan terguncang dan tumbuh perasaan bersalah karena menganggap diri menjadi penyebab munculnya kekerasan.

Hal itu disampaikan aktivis dan ahli gender dan demokrasi, Hana A Satriyo, pada seminar bertema Mengenal Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang diadakan dalam rangka perayaan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-18, di gedung KBRI London, 30 Great Peter Street, London, Kamis (14/12) siang.

Perayaan HUT DWP ke-18 sekaligus acara pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan KBRI London dihadiri sekitar 100 anggota DWP KBRI London tidak saja dari kalangan istri pegawai negeri di KBRI London juga masyarakat dan diaspora Indonesia yang lama tinggal di Inggris.

“Dampak KDRT pada anak laki-laki biasanya menunjukkan perilaku memberontak dan agresif. Sedangkan dampak jangka panjang pada anak laki-laki adalah meniru perilaku kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya,” ujar Hana A Satriyo, yang juga istri Dubes RI di London Rizal Sukma.

Sementara pada anak perempuan umumnya cenderung menyendiri dan tidak mau bergaul. Dampak jangka panjang pada anak perempuan adalah cenderung menerima kekerasan sebagai suatu hal yang wajar.

Pada awal seminar, Hana A Satriyo menjelaskan mengenai KDRT yang terdapat dalam UU No 23 tahun 2004 disebutkan KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

“Korban KDRT dalam lingkup rumah tangga juga meliputi suami, isteri, dan anak (dalam pernikahan yang sah menurut hukum), orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga yang menetap dalam rumah tangga atau orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut,” katanya.

Ia juga menjelaskan kekerasan yang mungkin dialami dapat berupa kekerasan fisik, yaitu perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat, seperti didorong, dipukul, dijambak, ditendang, ditampar, dan lainnya.

Sementara Kekerasan psikis, yaitu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan atau penderitaan psikis berat pada seseorang, seperti dihina, dicaci, diancam, dilarang berhubungan dengan keluarga atau teman.

Menurut Hana A Satriyo, kekerasan seksual, diantaranya pemaksaan hubungan seksual, dipaksa untuk terus melahirkan, atau pemaksaan hubungan seksual dengan tujuan komersial (melacurkan istri).

Komentar

BACA JUGA
Sekolah Pranikah

Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan mengambil...
Sudirman Said.

Sudirman Optimis Pangkas 13 Persen Kemiskinan Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Sudirman Said optimistis memangkas angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini masih mencapai 13 persen menjadi 6 persen nantinya...

Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, PBB Akan Ajukan Gugatan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tidak...
AHY

Demokrat Tunjuk Agus Harimurti Sebagai Kogasma

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk persiapan Pemilu 2019 serta memenangkan Pilkada Serentak 2018...

Rute Wisata Transjakarta Ditambah Selama Asian Games

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah rute wisata bus Transjakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. "Selama berlangsung Asian Games, kami akan menambah...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...