Aksi Teror Bom, Rusia: Tidak Ada Larangan Perjalanan ke Surabaya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Rusia menyatakan tidak mengeluarkan larangan perjalanan (travel ban) bagi warga Rusia yang akan atau ingin berkunjung ke Indonesia, khususnya kota Surabaya, meskipun telah terjadi serangan bom di tiga gereja di kota tersebut.

“Kami mengikuti berita (tentang serangan bom di Surabaya). Mengenai travel ban, tidak ada travel ban apapun ke Surabaya khususnya atau Indonesia umumnya sementara ini,” kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva di Jakarta, Ahad (13/5).

Menurut Dubes Rusia, pemerintah Rusia sebelumnya juga tidak pernah membuat larangan perjalanan ketika ada serangan teroris di Jakarta pada 2016 atau erupsi gunung Agung di Bali pada 2017.

“Jadi sekarang kami monitor situasi saja,” ujar dia.

Namun, Dubes Vorobyeva juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus memantau dan mengikuti perkembangan situasi di Surabaya dan menunggu daftar korban yang dirilis untuk memastikan tidak ada warga Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan dari perkembangan sementara ada sebelas orang yang tewas dan 41 orang luka-luka akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya pada Ahad (13/5)pagi. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi