Aksi Teror Bom di Surabaya, Polres Pamekasan Amankan 8 Gereja

0
98
Korban tewas akibat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya, Ahad (13/5/2018). (foto:Yudi/SERUJI)

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Polres Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (13/5), melakukan pengamanan di delapan geraja, menyusul adanya ledakan bom di tiga gereja di Surabaya.

“Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo.

Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan dan pasukan Brimob Polda Jatim dengan menyisir gereja dan memperketat pemeriksaan para jemaat yang datang ke delapan gereja di Pamekasan itu.

Loading...

Delapan gereja yang dijaga ketat petugas itu masing-masing GBIP Mahkota Hayat di Jalan Jokotole Nomor 85 Pamekasan, GKMRPR Maria Ratu Para Rosul, di Jalan Jokotole nomor 2 Pamekasan, GPPS/Shalom, di Jalan Trunojoyo Gg I/9, dan GSPII di Jalan Kamboja Pamekasan.

Baca juga: Dua Paslon Pilgub Jatim Kutuk Keras Teror Bom di 3 Gereja Surabaya

Selanjutnya GBAP Bunga Bakung, di Jalan Trunojoyo Nomor 85 Pamekasan, GPDI di Jalan Jingga Nomor 3, GBI Jalan Kemayoran Nomor 26 dan GPI New Ramayana di JalanTrunojoyo Pamekasan.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan berdasarkan identifikasi jumlah korban meninggal akibat serangan bom di gereja Surabaya, Ahad (13/5), sebanyak 10 orang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan 10 orang itu dari tiga lokasi serangan gereja di Surabaya.

“Sebanyak 10 korban meninggal dunia ada delapan korban yang belum diidentifikasi karena masih olah TKP dan identifikasi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Ahad (13/5).

Barung menjelaskan, satu orang korban bom yang dirawat di RS Bedah Surabaya meninggal dunia.

“Yang meninggal tambah satu di RS Bedah dan satu RSUD Dr Soetomo. Jadi jumlahnya 10 dan yang dirawat ada 41 orang,” kata Barung.

Dia juga meminta media bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan tidak menyebarkan informasi selain informasi yang didapat dari pihaknya.

Baca juga: Polrestro Jakarta Selatan Tingkatkan Pengamanan Tempat Ibadah

“Kami mohon doa. Kami akan lawan gerakan teror. Kami tidak pernah takut terhadap aksi teror,” ucap Barung.

Salah seorang jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Joseph Sintar mengatakan jika pelaku dugaan bom bunuh diri yang ada di gereja tersebut beraksi saat pergantian jam Misa berlangsung yakni sekitar pukul 07.15 WIB.

“Tadi tadi pagi saat ikut jam misa yang pertama yakni pukul 05.30 WIB kemudian berakhir sekitar pukul 06.30 WIB, dan saya keluar untuk pulang,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Setelah perjalanan pulang dirinya kemudian mendapatkan kabar kalau terjadi ledakan di gereja tersebut, sehingga dirinya langsung kembali lagi untuk melihat kondisi terbaru.
(Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama