Aksi Mogok Sopir Truk Tangki Pertamina Disayangkan

JAKARTA – Aksi mogok sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) disayangkan karena dilakukan bersamaan dengan musim mudik Lebaran saat kebutuhan energi meningkat sehubungan lonjakan lalu lintas barang dan orang.

“Aksi tersebut sangat disayangkan karena kalau pasokan BBM sebagai sumber energi terganggu maka lalu lintas barang dan orang juga akan mengalami gangguan yang luar biasa,” kata pengamat ekonomi INDEF, Drajad Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/6).

Drajad memahami bahwa para sopir truk tangki BBM tersebut membutuhkan perhatian. Tetapi, lanjut dia, jangan hanya karena tuntutan tersebut mereka memilih melakukan aksi mogok saat momen Lebaran.

“Seharusnya koordinator para sopir tidak hanya memikirkan kepentingan mereka, tetapi harus mementingkan masyarakat lebih luas,” kata Drajad.

Di sisi lain ia mengingatkan bahwa dampak mogok sangat tergantung jumlah pendemo. Jika dilakukan hanya beberapa orang, maka dampaknya tidak besar.

Namun kalau dalam jumlah banyak, tentu dampaknya luar biasa, bahkan bisa lebih parah dari kasus kemacetan Brexit tahun lalu.

“Tetapi saya percaya, Pertamina dan aparat tidak akan tinggal diam,” kata Drajad.

Sebelumnya, sedikitnya 2.500 Awak Mobil Tangki (AMT) di berbagai wilayah yang tergabung dalam Federasi Buruh Transport Pelabuhan Indonesia (FBTPI) melancarkan aksi mogok kerja pada 19 Juni hingga 26 Juni nanti.

Aksi itu merupakan protes terkait dengan dugaan pemecatan 414 AMT oleh perusahaan alih daya yang ditunjuk PT Pertamina Patra Niaga pada 26 Mei lalu.

Beberapa tuntutan mereka antara lain pencabutan status PHK serta mempekerjakan kembali kru yang di PHK sepihak, dan segera merubah status kru AMT jadi pekerja tetap.

PT Pertamina Patra Niaga merupakan perusahaan milik PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang perdagangan BBM, pengelolaan BBM, pengelolaan armada dan pengelolaan depot. (IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.