Aksi Bela Ahok ada Gerakan Separatisme, Fahmi Salim: Mereka Layak Disebut Pengkhianat Bangsa

0
211
  • 71
    Shares
fahmi salim
Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Salim

JAKARTA – Munculnya Gerakan Minahasa Merdeka seiring gelombang para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menolak vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada Ahok. Aksi ini muncul seiring merebaknya aksi “1000 Lilin untuk Ahok” di sejumlah daerah.

Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Salim menduga adanya pihak yang menunggangi aksi bakar lilin yang dilakukan massa pendukung terpidana kasus penodaan agama Ahok. Menurut Fahmi, aksi tersebut berpotensi berdampak pada separatisme dan makar di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kita cukup menyayangkan aksi seperti itu. Kan semua sudah sepakat untuk menghormati keputusan sidang, lalu sebagian mereka itu terang-terangan mendeklarasikan untuk memisahkan diri dari NKRI, kan bahaya,” kata Fahmi Salim dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/5).

Fahmi juga menyebut bahwa aksi tersebut telah mematahkan tuduhan makar dan anti kebhinnekaan yang selama ini disematkan pada aksi umat Islam atau Aksi Bela Islam (ABI). Karena nyatanya, ungkap dia, para pendukung Ahoklah yang terang-terangan mendeklarasikan untuk memisahkan diri dari NKRI.

“Sudah intervensi itu. Mereka layak disebut untuk pengkhianat bangsa. Apalagi, mereka meminta bantuan internasional untuk menganulir keputusan sidang,” tegas Fahmi.

Fahmi memaparkan, aksi bakar lilin sendiri bukanlah budaya yang diambil dari Islam ataupun nusantara. Dia meminta agar semua pihak bisa tenang agar tidak menimbulkan keributan di masyarakat.

Fahmi berharap, semua pihak dapat kembali pada kiprahnya masing-masing, yaitu fokus membangun bangsa Indonesia untuk lebih baik dan jangan pernah lagi terjebak pada jargon-jargon yang menyebut ‘jika tidak membela Ahok berarti tidak adil, tidak Pancasila’.

“Karena jargon tersebut menyesatkan dan harus segera diluruskan,” pungkasnya.

 

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU