Akibat Perubahan Jadwal Commuterline, Terjadi Penumpukan Penumpang

JAKARTA – PT. Kereta Api Commuterline Jakarta (KCJ) pertanggal 1 April memberlakukan perubahan jadwal perjalanan Commuterline yang tercantum dalam Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2017.

Diantara perubahan jadwal yang dilakukan adalah pada KRL Lintas Tangerang. Dimana jika mengacu pada Gapeka 2015, jumlah kereta yang melayani lintasan ini menuju stasiun Duri pada jam keberangatakan kerja, pukul 05.00-09.00 WIB, sebanyak 12 kali perjalanan. Namun setelah penyesuian dengan jadwal baru di Gapeka 2017, jumlah perjalanan yang melayani rute ini turun hampir separonya, menjadi 7 kali perjalanan saja.

Akibatnya, para pekerja yang akan menuju ketempat kerja hari ini, Senin (3/4), mengalami penumpukan di stasiun Tangerang. Terlihat penumpang berdesak-desakan menunggu untuk dapat diangkut menuju ketempat kerja mereka di Jakarta.

BACA JUGA:  YLKI Desak Menteri Agama Turun Tangan Terkait Kasus Umrah First Travel

Luciana salah satu penumpang KRL yang akan mengangkutnya menuju Stasiun Transit Duri mengeluhkan pengurangan Gapeka yang baru ini. Dia merasa mendapat kerugian akibat kurangnya sosialisasi pengurangan Gapeka ini. “Saya telat 15 menit saja dipotong uang makan, apalagi ini lebih dari setengah jam,”. ujar Luciana warga Tangerang.


Ada beberapa perubahan dengan mulai beroperasinya Kereta Bandara pada pertengahan tahun ini. Juga ada perubahan rute untuk Bekasi–Jakarta Kota, yang dibagi menjadi menjadi dua; yaitu Bekasi–Manggarai–Jakarta Kota dan Bekasi–Pasar Senen–Jakarta Kota.

Untuk mendapatkan Jadwal baru Kereta di Jakarta, silahkan unduh Jadwal Terbaru KRL Mulai 1 April 2017 di www.krl.co.id/unduh-jadwal-terbaru-krl-mulai-1-april-2017/

Berikut penampakang foto di lokasi kejadian.

EDITOR: Iwan S

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi