AJI Jakarta Desak Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan Antara

0
77
save wartawan
Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Wartawan. (ilustrasi)

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak kepolisian untuk segera mengusut kekerasan yang dilakukan oknum Brigade Mobil (Brimob) kepada wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Ricky Prayoga saat sedang meliput pertandingan final bulutangkis Indonesia Open 2017.

“Kami mendesak kepolisian segera mengusut dan menyeret pelakunya ke pengadilan. Bagi kepolisian pengusutan kasus ini bukan hal sulit karena pelaku teridentifikasi melalui video yang merekam kejadian tersebut,” kata Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/6).

Meskipun pimpinan kepolisian sudah datang ke kantor Perum LKBN Antara dan meminta maaf langsung kepada korban, AJI Jakarta mendesak proses hukum harus terus berjalan agar korban mendapatkan keadilan.

Hasim menilai penegakan hukum harus tetap dilakukan walaupun pelakunya anggota Brimob. Pelaku harus tetap diproses dan dihukum sesuai hukum yang berlaku.

“Tindakan hukum juga untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku dan pendidikan bagi aparat keamanan yang lain. Dalam kasus ini, anggota Brimob menunjukkan arogansi, sikap dan tindakan yang tidak profesional,” tuturnya.

Menurut AJI Jakarta, kekerasan dengan alasan apa pun tidak bisa dibenarkan. Tindakan melawan hukum dan tindakan pidana tidak bisa ditoleransi.

“Karena itu, kami mendesak kepolisian mengusut kasus kekerasan ini hingga tuntas. Jangan sampai kepolisian justru melindungi anggotanya yang melakukan tindak pidana,” tegasnya.

AJI Jakarta juga mendorong korban dan pimpinan Perum LKBN Antara untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jakarta Raya agar kasus tersebut diproses secara hukum.

Sebelumnya, wartawan LKBN Antara Ricky Prayoga mengalami tindak kekerasan oleh sejumlah oknum Brimob saat akan meliput ajang kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC), Ahad (18/6).

Tindak kekerasan tersebut terekam video yang kemudian menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat korban dibekap dan ditarik oleh beberapa oknum Brimob untuk dibawa ke suatu tempat. Padahal, korban masih mengenakan “ID card” peliput kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka tersebut.

Pada Senin pagi, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru Novianto didampingi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto datang ke kantor Perum LKBN Antara menemui Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat dan Ricky Prayoga.

Pada kesempatan itu, Heru Novianto menyampaikan permintaan maaf atas dugaan kekerasan anggota yang dilakukan anggotanya terhadap Yoga.

“Kejadian ini cukup memalukan. Saya mewakili pimpinan Brimob Polda Metro Jaya memohon maaf atas kejadian ini, kami sadari anggota kami melakukan kesalahan,” katanya. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polda Sulsel Ringkus Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan meringkus tersangka, yang merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional, setelah lebih dari dua tahun...
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Israel Akan Bangun Ribuan Rumah Baru di Tepi Barat

YERUSALEM, SERUJI.CO.ID - Menteri Pertahanan Israel pada Kamis (24/5) mengatakan berencana meminta persetujuan untuk pembangunan sekitar 2.500 rumah baru sebagai permukiman Yahudi di Tepi...
ott, korupsi

KPK Periksa Bupati Buton Selatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bersama enam orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba...

Thailand Rebut Angka Pertama Atas Indonesia di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim Thailand merebut angka pertama atas Indonesia pada pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis beregu putri Piala Uber melalui pemain...

Angka Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat menyebutkan angka kurang gizi di wilayah itu masih tergolong tinggi. "Masih tinggi prevalensi kurang gizi di NTB,...