Ahli: Polusi Udara Faktor Penyebab Kanker Paru


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ahli kesehatan menyebut polusi udara menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru di samping konsumsi rokok dan paparan asap rokok jika secara terus menerus.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K) di Jakarta, Rabu (14/2), mengatakan jika unsur partikel karsinogen yang ada dalam udara tercemar terhirup dalam jangka panjang serta terus menerus bisa berpotensi membentuk perubahan sel menjadi sel kanker.

Agus menyebutkan semakin kecil partikel polusi yang ada di udara dan terhirup bisa masuk ke paru-paru dan bahkan ke dalam darah yang bisa menyebabkan berbagai gangguan.

“Makin kecil ukuran partikel, akan semakin berbahaya terhadap sel,” kata Agus.

Dia menerangkan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah menyatakan bahwa “particulat matter” 2,5 (PM2,5) yang berukuran di bawah 2,5 mikrometer (mikron) merupakan partikel karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

Agus menerangkan partikel berukuran 10 mikron bisa masuk dan mengiritasi bagian hidung, namun apabila ukurannya lebih kecil dari 5 hingga 2,5 mikron bisa masuk ke paru-paru dan ke dalam darah.

Dia menjelaskan dampak jangka pendek akibat polusi udara hanya bersifat akut seperti iritasi saluran napas atau infeksi saluran napas (ISPA).

Namun bila terpapar secara terus menerus akan menyebabkan gangguan kesehatan lebih besar mulai dari penurunan fungsi paru, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma dan paling parah kanker paru.

Namun Agus mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian spesifik tentang keterkaitan PM2,5 dengan kanker paru.

Menurut dia permasalahan di Indonesia terkait faktor risiko kanker paru sekarang ini kombinasi dari terpapar polusi udara dan asap rokok secara terus menerus. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kisah Rayap Pemakan Naskah Perjanjian Dholim

close