Agar Optimal, Perkembangan Anak Butuh Dirangsang (bagian 3)

0
62
  • 1
    Share

Lanjutan pembahasan tentang bagaimana agar perkembangan anak bisa berjalan optimal.

Perkembangan anak secara sederhana didefinisikan sebagai proses yang menunjukkan bertambahnya ketrampilan dalam pola yang beraturan yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional dan bahasa. Agar pekembangan bisa berjalan optimal penting bagi orang tua untuk merangsangnya.

Merangsang perkembangan anak pada usia 12-18 Bulan

Pada usia ini stimulasi perkembangan anak bisa dilakukan dengan memotivasi anak untuk lebih aktif berjalan, ajari berlari, ajak anak bersama-sama mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan, misal mengelap meja dan menyapu, ajak anak membereskan mainan, ajari anak mencoret-coret di kertas, ajari anak menyebut bagian tubuhnya. Ajak bermain bersama, bacakan cerita, berikan pertanyaan-pertanyaan ringan, berikan pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu.

Pada usia 15 bulan idealnya anak sudah memiliki kemampuan

  • Berjalan sendiri, menjelajah rumah.
  • Mengerti perintah sederhana atau larangan, misalnya “tolong ambilkan bola itu!”
  • Mulai mengerti pertanyaan sederhana, misalnya “sudah makan belum?”
  • Mengisi gelas dengan benda-benda kecil.
  • Dapat menggelindingkan bola ke arah orang lain.
  • Dapat melepaskan baju, misalnya mengeluarkan tangan dari baju.
  • Dapat berlari, meski belum stabil.
  • Meminta sesuatu pada orang lain dengan meraih atau mendekati benda yang diinginkan.
  • Menunjukkan mainan atau benda yang dipegangnya pada orang lain.
  • Menunjukkan rasa marah bila keinginan tidak dapat dipenuhi.
  • Mulai menggunakan sendok untuk makan.
  • Menunjukkan minat lebih jauh terhadap sesuatu yang dimainkannya.
  • Melambaikan tangan pada orang yang mau pergi.
  • Memasukkan atau mengeluarkan mainan dari kotak.
  • Menari atau bergerak ketika mendengarkan musik.

Pada usia 18 bulan idealnya anak sudah memeliki kemampuan

  • Bisa menyatakan ingin BAB.
  • Minum sendiri dar cangkir berpegangan.
  • Menurut perintah sederhana misal “tolong ambil bonekanya!”
  • Menggenggam pensil dan membuat coret-coretan.
  • Bisa mengucapkan 3-4 kata sederhana.
  • Memperlihatkan rasa senang dengan memeluk dan mencium orang tuanya.
  • Dapat membuka kaos kaki.
  • Tidak senang atau marah bila dilarang.
  • Senang melihat gambar-gambar dari buku.
  • Menunjukan atau menyebutkan benda-benda yang sangat dikenalnya.
  • Mencoba menendang bola.
  • Mengenal dirinya sendiri di cermin.
  • Mengenal benda-benda yang baru dilihat tanpa memasukkannya ke dalam mulut.
  • Dapat menunjukkan salah satu tubuhnya, misalnya “mana kakimu?”
  • Menumpuk 2-3 balok ke atas

BERSAMBUNG

 

PENULIS: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU