Adakah Rombongan Raja Salman “Mampir” ke Tourism Halal Banyuwangi

BANYUWANGI – Waktu 5 hari untuk berlibur, bukanlah waktu yang pendek bagi 1.5000 orang rombongan yang dibawa Raja Salman dari Arab Saudi. Beberapa paket liburan sudah dirancang. Pertanyaannya, adakah yang “mampir” ke Banyuwangi, toh tinggal hitungan menit kalau menggunakan pesawat Denpasar –Banyuwangi.

Apalagi Kamis (2/3) siang tadi, kota Banyuwangi launching paket wisata  khusus “Tourism Halal”.

“Trend Wisata Halal terus tumbuh dan harus direspon untuk pengembangan wisata daerah,” tegas Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi saat meresmikan.

Anas Menyebut, langkah ini untuk membidik pasar kelas menengah muslim yang terus tumbuh, baik di dalam maupun luar negeri.

Bagaimana konsep wisata halal itu? Tidak berarti destinasi itu hanya untuk muslim. Ini merupakan konsep besar pengembangan destinasi, yang di antaranya ditandai dengan adanya jaminan makanan halal, bebas alkohol.

“Kalau saatnya beribadah, akan ada tanda adzan, disamping disiapkan tempat ibadah,” tegasnya.

Adakah 1.500 orang yang dibawah Raja akan ke Banyungi ?

SERUJI belum mendapatkan konfirmasi. Namun dalam keterangan sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah hanya menyebut Raja hanya berada di Bali untuk menikmati keindahan alam pulau Bali.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy