Absennya NU Dalam Hiruk Pikuk Isu PKI

9
506
  • 106
    Shares
banser
Banser NU membakar bendera PKI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dalam hiruk pikuk isu Partai Komunis Indonesia (PKI) belakangan ini, organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) terkesan menjaga jarak atau tak ingin terlibat terlalu dalam.

Kalaupun ada beberapa tokoh NU yang berbicara tentang isu PKI, mereka sekadar melayani pertanyaan jurnalis. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dalam bulan September ini beberapa kali menggelar kegiatan lebih suka menyoroti persoalan kebhinekaan dan krisis Rohingya.

Gerakan Pemuda Ansor Surabaya memang sempat memutar film Pengkhianatan G30S/PKI ketika merayakan tahun baru Islam, tetapi hanya cuplikan saja dengan durasi sekitar lima menit.

Kondisi ini cukup menarik karena bagaimanapun terasa “kurang afdol” membicarakan isu PKI tanpa menyinggung NU. Sejarah mencatat konflik berdarah kedua kelompok ini di masa lalu.

Empat tahun silam, tepatnya 9 Desember 2013, PBNU secara khusus meluncurkan buku terkait hubungan NU dan PKI. Buku berjudul “Benturan NU-PKI 1948-1965” itu dianggap sebagai “buku putih”.

Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun’im Dz selaku ketua tim penulis mengakui buku sejarah versi NU itu terbit sebagai reaksi atas berbagai laporan yang menyudutkan NU terkait pembunuhan terhadap pengikut PKI, termasuk liputan khusus Majalah Tempo edisi Oktober 2012 bertajuk “Pengakuan Algojo 1965”.

Kini, ketika sejumlah kalangan Islam meramaikan isu PKI, juga TNI dengan kegiatan nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI, NU justru terlihat kalem, bahkan menganggap isu itu “tak penting”.

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa persoalan PKI sudah selesai. Kader NU yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan PKI adalah masa lalu yang tak perlu ditakuti lagi.

Ketua Bidang Kebudayaan dan Hubungan Antarumat Beragama PBNU Imam Azis, sebagaimana dimuat Tempo.co, menyebut film Pengkhianatan G30S/PKI hanya efektif pada zaman Orde Baru, kalau diputar sekarang akan banyak yang menertawakan.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
3
Loading...
BACA JUGA

9 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU