29.187 Orang Jadi Korban Banjir Sumbawa

MATARAM – Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Kabupaten Sumbawa, sejak Selasa (7/2) lalu, telah menyebabkan banjir bandang dan merendam sedikitnya enam kecamatan secara merata.

Data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, hingga Kamis (9/2) malam ini, sedikitnya 29.187 orang terkena dampak. Namun, tidak sampai menelan korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa.” kata kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Zainal Abidin, dalam rilis yang dikeluarkannya.

Zainal mengatakan, selain merendam rumah penduduk, banjir juga merendam 175 hektare sawah yang sudah ditanami padi di Kecamatan Moyo Utara.

“Hingga petang ini, banjir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir belum surut,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Sumbawa sendiri telah menyiapkan posko-posko bantuan yang diperuntukkan bagi korban. Hingga kini, lanjutnya, masyarakat masih memilih untuk bertahan di rumah-rumah mereka, karena sebagian besar warga tinggal di rumah panggung.

Editor: Harun S

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER