2 Tahun Tidak Dapat Bantuan Dana dari Pusat, Inilah Curhat Tri Rismaharini

1
167
Tri Rismaharini
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/12/2017). (foto:Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wali kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan uneg-unegnya selama 2 tahun terakhir tak mendapat jatah dari APBN. Alasanya pun ia tak tahu.

“Ya nggak tahu. Tiba-tiba nggak ada. Padahal saya sudah pre tender dari bulan Oktober. Tahu-tahu nggak ada dananya,” kata Risma di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/12).

Perempuan kelahiran Kediri 1961 silam ini rupanya tak mau ambil pusing. Ia memutuskan untuk membangun proyek-proyek daerah, seperti jalan sepanjang lebih dari 250 Km didanai sepenuhnya oleh APBD. “Sudah dua tahun ini tidak turun, sehingga saya putuskan dananya dicover pemerintah kota,” katanya.

Loading...

Dana-dana yang cukup besar menelan anggaran, kata Risma, pendidikan dan infrastruktur. Keduanya tahun ini balance. Kemudian, diurutan berikutnya kesehatan. “Setiap orang Surabaya pokoknya kalau ada masalah dengan kesehatan bisa mengambil dana dari Pemda. Termasuk Polisi,” katanya.

Risma mengaku heran, rapat sudah sering digelar, tetapi anggaran pusat dihapus. Padahal, dana tersebut sangat penting, terutama untuk menanggulangi banjir. “Kan kasihan masyarakat. Banjir itu kalau masyarakat semakin miskin, yang kurang miskin menjadi miskin. Makanya kita jaga. Kita take over,” kata dia.

Sedianya, lanjut Risma, anggaran dari pusat untuk membiayai ‎pembangunan jalan dan saluran air. Apalagi, Surabaya bagian barat saat ini masih kebanjiran.  Kurang lebih anggaran yang diajukan Pemkot Surabaya ke pemerintah pusat sekitar Rp200 milyar.

“Ndak (Rp200 trilyun), saya juga nggak berani. Saya tahu diri lah,” katanya.

Lebih jauh, Risma meyakini anggaran yang dikelolanya sudah sangat baik. Dengan e-budgeting, semua mata mayarakat bisa ikut mengawasi secara detil.

“Saya nggak punya kepentingan untuk itu. Ya kenapa saya harus takut. Jadi kalau kepala dinas-kepala dinas itu ragu. Maka mereka minta dikawal oleh tim-tim dari kejaksaan, kepolisian pada waktu proses,” tukasnya. (Achmad/Hrn)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU