Sekolah Dasar di Sleman Kenalkan Siswanya Tanaman Obat Keluarga

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Di era serba digital, tak banyak anak yang mengenal berbagai macam tanaman obat keluarga (TOGA). Untuk kembali mengenalkan anak jenis dan manfaat TOGA, SD Muhammadiyah Condong Catur, Sleman, menggelar aksi bercocok tanam TOGA bersama siswa-siswanya, Kamis (16/11).

Aksi edukasi tanaman obat keluarga ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 SD Muhammadiyah Condong Catur.

“Hari ini siswa kelas 1-3, besok Jumat kelas 4-6,” tutur Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Condong Catur, Sulasmi kepada SERUJI, Kamis (16/11).

Siswa-siswi membawa tanaman obat keluarga dari rumah masing-masing dalam bentuk pot. Kemudian tanaman obat keluarga tersebut diletakkan di halaman belakang SD Muhammadiyah Condong Catur.

Laboratorium tanaman obat keluarga ini sebagai sarana belajar untuk siswa.

Aksi edukasi TOGA ini dalam rangka jelang launching Laboratorium Tanaman Obat yang akan diselenggarakan Sabtu besok di halaman SD Muhammadiyah Condong Catur.

Rencanannya, launching besok Sabtu sekaligus untuk meresmikan gazebo literasi dan lapangan panahan.

Lapangan panahan ini nantinya akan digunakan untuk tempat latihan ekstrakulikuler panahan di SD Muhammadiyah Condong Catur.

“Launching nanti kita akan mengundang majelis Dikdasmen PDM Sleman, Kepala UPT dan Pengawas Kecamatan Depok,” pungkasnya. (Hanif/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close