Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (IKA ITS) akan kembali mengadakan kongres pada akhir tahun ini yang salah satu tujuannya adalah memilih Ketua Umum (Ketum) yang akan memimpin organisasi tersebut untuk periode 2019-2023.

Berbeda dengan sebelumnya, Kongres yang berlangsung empat tahun sekali ini, kali ini akan menggunakan sistem One Man One Vote (OMOV) dalam pemilihan Ketumnya, sama dengan yang telah dipergunakan beberapa ikatan alumni perguruan tinggi lainnya seperti Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI).

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih dan ditetapkan di Kongres.

“Nanti dari hasil OMOV, lima suara teratas akan dibawa ke Kongres IKA ITS untuk dipilih oleh peserta kongres,” jelas Ketua Senat IKA ITS, Ridwan Hisjam usai acara sosialisasi calon Ketua Umum IKA ITS di Surabaya, Sabtu (12/10).

Dijelaskan oleh pria yang akrab disapa Cak Tatok ini, bahwa alumni yang dapat ikut memberikan suara adalah alumni yang sudah terdaftar di sistem database alumni ITS yang bernama MIDA.

“Alumni mendaftar dulu di MIDA untuk kemudian diverifikasi apakah betul alumni ITS. Setelah diverifikasi baru bisa ikut memilih dengan sistem OMOV lewat aplikasi pemilahan yang sudah disediakan,” terang Cak Tatok.

Bakal calon Ketum IKA ITS dan PPPKU dalam acara kampanye dan sosialisasi di Surabaya, Sabtu (12/10/2019). (foto:SERUJI)

Cak Tatok yang juga salah satu kandidat Bakal Calon Ketua Umum IKA ITS ini berharap alumni ITS beramai-ramai berpartisipasi dalam pemilihan Ketua Umum IKA ITS ini.

“Diharapkan alumni ITS dimana pun berada, ikut berpartisipasi dengan mendaftarkan diri di MIDA dan ikut memberikan suaranya,” tukas Cak Tatok.

Sementara itu, dari hasil pendaftaran yang telah berlangsung dari 18 Agustus sampai dengan 23 September lalu, Panitia Penyelenggara Pemilihan Ketua Umum (PPPKU) IKA ITS telah menetapkan 6 orang bakal calon Ketum.

Berikut Keenam bakal calon Ketum IKA ITS;

  1. Dr. Gatot Kustyadji, alumni Teknik Kimia angkatan 1982 dengan nomor urut 1.
  2. Ir. Novirwan S Said, alumni Teknik Sistem Perkapalan angkatan 1984 dengan nomor urut 2.
  3. Ermawan Wibisono, ST, alumni Teknik Kelautan angkatan 1992 dengan nomor urut 03.
  4. Ir. M. Ridwan Hisjam, alumni Teknik Perkapalan angkatan 1977 dengan nomor urut 4.
  5. M. Rifqi Isnanda, alumni Teknik Mesin angkatan 1987 dengan nomor urut 5.
  6. Ir. Sutopo Kristanto, alumni Teknik Sipil angkatan 1975 dengan nomor urut 6.

Alumni ITS akan menggunakan hak pilihnya lewat aplikasi MIDA untuk memilih calon ketum IKA ITS tersebut pada 14-20 Oktober 2019. Lima teratas yang memperoleh suara terbanyak akan ditetapkan Senat IKA ITS sebagai calon Ketum IKA ITS untuk dipilih di Kongres IKA ITS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER