Taufik Hidayat: Pembubaran Satlak Prima adalah Blunder dan Salah Arah!

1
131
Mantan pebulutangkis nasional Taufik Hidayat (kanan) bersama pasangan ganda campuran Indonesia Liliyana-Tontowi. (Foto: Twitter @taufikhidayat_1)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat mempertanyakan rencana pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) oleh pemerintah demi memotong jalur birokrasi anggaran antara pengambil keputusan dan pelaksanaan Asian Games 2018.

“Dari kacamata mantan atlet, saya bertanya, apa pembubaran Satlak Prima itu akan menyelesaikan masalah? Apalagi, penyelenggaraan Asian Games 2018 demikian mepet, tinggal 10 atau 11 bulan lagi,” kata Taufik dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (9/10).

Rencana pembubaran Satlak Prima ini menyeruak setelah prestasi Indonesia terpuruk pada SEA Games 2017 yang hanya menempati posisi kelima, dengan raihan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu yang merupakan prestasi terburuk Indonesia selama berkiprah di ajang SEA Games.

Kinerja Satlak Prima semakin menyedot perhatian setelah terungkap atlet tolak peluru peraih emas, Eki Febri Ekawati terpaksa membayar akomodasi sendiri selama Pelatnas.

Proses birokrasi penyaluran dana pemusatan latihan nasional selama ini dinilai terlalu panjang serta-merta disebut sebagai biang kerok masalah dan dengan pembubaran Satlak Prima, diharapkan pengambilan keputusan makin cepat, serta tidak ada lagi masalah yang menyangkut, seperti keterlambatan soal uang saku, pembelian peralatan baru, dan kebutuhan pelatnas lainnya.

Menurut Taufik, pembubaran Satlak Prima merupakan blunder mengingat Prima merupakan pembuat program latihan agar performa para atlet elite dan andalan bisa lebih optimal dan tidak pernah mengurusi masalah keuangan dan distribusi penyaluran dana bagi pelatnas.

“Sejatinya Satlak Prima fungsinya hanya membantu dan mendukung induk-induk organisasi dengan berbagai program untuk meningkatkan performa para atlet bisa tampil optimal, sementara segala urusan uang dan penyaluran dana bagi kebutuhan pelatnas, semua birokrasi dan KPA-nya ada di Kemenpora. Jadi menurut saya, pembubaran Satlak Prima ini blunder dan salah arah,” ujar dia.

Yang lebih aneh, lanjut dia, setelah Satlak Prima dibubarkan, kabarnya KONI akan diberi peran lebih besar.

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...