Vettel Ukir Waktu Tercepat Pada Tes Pramusim F1


BARCELONA, SERUJI.CO.ID – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel mengukir catatan bagus pada tes pramusim Formula 1 pada Kamis (8/3), dengan mencatatkan waktu putaran tercepat di Circuit de Catalunya, Barcelona.

Kesempatan selanjutnya bagi juara dunia empat kali ini untuk berada di belakang setir adalah pada latihan Jumat di Albert Park, Melbourne, pada 23 Maret.

“Catatan waktu pada hari-hari tes ini tidak berarti banyak,” kata pebalap Jerman itu, mengecilkan catatan waktu satu menit 17,182 detik, yang diukir dengan menggunakan ban-ban “hypersoft” yang baru.

“Hal yang penting adalah bahwa (mobil) SF17H terbukti sangat kuat, membuat kami dapat melaju sepanjang hari tanpa masalah-masalah signifikan.”

“Kami masih mengerjakan beberapa hal untuk balapan pertama dan benar-benar tidak mungkin untuk membuat prediksi berdasarkan performa tim-tim lain, karena semuanya menjalankan program yang berbeda,” tambahnya.

Catatan waktu Vettel lebih cepat satu detik dibanding yang lain dan melampaui catatan terbaik sebelumnya, sejak sirkuit Barcelona dikonfigurasi ulang pada 2007, yakni catatan 1:18,047 yang diukir pada Rabu oleh pebalap Red Bull asal Australia Daniel Ricciardo.

Baik Red Bull atau juara bertahan Mercedes tidak fokus pada catatan waktu lap, di mana mereka lebih berkonsentrasi pada simulasi-simulasi balap, dan Mercedes tidak merasa perlu untuk mencoba ban “hypersoft.” Harapan-harapan umum diarahkan terhadap pertarungan yang lebih ketat di depan pada musim ini, di mana Mercedes terlihat masih unggul tapi tidak banyak.

Semua tim melakukan lebih dari 100 lap, di mana Vettel juga menyelesaikan simulasi balap dan melakukan 188 lap, jumlah lap terbanyak dari pebalap manapun dan unggul satu lap lebih banyak dari pebalap Red Bull asal Belanda Max Verstappen.

Pebalap Jerman itu, yang merupakan runner up pada musim lalu di bawah pebalap Britania Lewis Hamilton, kini memberikan posisinya kepada rekan setimnya Kimi Raikkonen untuk hari terakhir.

Pebalap Denmark Kevin Magnussen merupakan pebalap tercepat peringkat kedua dengan ban supersoft, dengan catatan waktu 1:18,360, sedangkan pebalap Prancis Pierre Gasly menduduki urutan ketiga pada daftar catatan waktu bagi tim Toro Rosso yang menggunakan mesin Honda dan menyelesaikan 169 lap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close