close

Vettel Start Terdepan GP Formula 1 di Bahrain

MANAMA, SERUJI.CO.ID – Pemuncak klasemen kejuaraan Formula 1 Sebastian Vettel akan start dari posisi terdepan (pole position) pada Grand Prix Formula 1 (GP F1) Bahrain yang berlangsung Ahad (8/4), sedangkan rekan setimnya Kimi Raikkonen mendampinginya di baris depan.

Pada sesi yang dominan untuk tim Italia itu di bawah sorotan lampu Sirkuit Sakhir, Vettel mengamankan posisi start terdepan ke-51 sepanjang kariernya menjelang apa yang akan menjadi start ke-200 untuk juara dunia empat kali tersebut.

“Mobilnya cepat dan hal itu seperti biasa membantu. Untuk saat ini saya senang dan untuk tim juga, sebab kami memiliki beberapa masalah pada pagi ini dan kami mampu mengatasinya,” kata pria Jerman itu.

Juara bertahan Lewis Hamilton lolos kualifikasi di urutan keempat untuk Mercedes, tertinggal satu posisi di bawah rekan setimnya Valtteri Bottas, namun ia dijatuhi skors lima posisi karena pergantian gearbox yang tidak terjadwal.


“Besok tidak akan menjadi mudah tentu saja. Saya akan memberi semua yang saya miliki,” kata pria Britania tersebut,” katanya.

“Tujuannya adalah untuk mendapatkan P1 (pole position) pada hari ini namun Ferrari begitu cepat. Pada akhirnya Valtteri memiliki catatan waktu yang bagus, namun saya tidak mampu memaksimalkan ban-ban baru pada akhirnya,” katanya.

Pebalap Red Bull Max Verstappen tidak mampu menembus sepuluh urutan teratas, pebalap Belanda 20 tahun itu terpelintir dan menuju pembatas pada fase pertama kualifikasi, membuat ia harus start dari posisi ke-15.

“Ini seperti tombol hidup dan mati dan tiba-tiba ban-ban belakang begitu agresif dan saya terpelintir,” ujarnya.

Pebalap Toro Rosso asal Prancis Pierre Gasly mampu mengikuti sesi terakhir dan akan menduduki urutan kelima untuk timnya yang disokong Honda. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).