close

Verstappen Ingin Nama Baru

JERSEY – Max Verstappen mengajukan surat permohonan pada Formula One Management (FOM) untuk mendapatkan singkatan nama baru. Selama dua tahun pertama karir balap Formula One, pembalap muda Belanda ini dirujuk ke layar televisi sebagai ‘VES’. Ia ingin mendapat nama ‘VER.’

Selama ini, ia tidak bisa mendapatkan nama ‘VER’ karena telah digunakan untuk singkatan nama Jean Eric Vergne. Meski tidak aktif lagi di Formula One, pembalap Prancis itu masih memegang hak singkatan nama itu.

Pada 2017, hak itu sudah tidak lagi menjadi milik Vergne. Karena Verstappen ingin mengemudi di bawah label ‘VER’, manajemennya resmi mengajukan permintaan pada FOM. Tetapi, seperti dilansir The Judge 13, Jumat (24/2), pemegang hak komersial Formula One tidak menanggapi permintaannya.

Aturan tentang Tiga Huruf Pertama memang diperdebatkan. Aturan itu tidak menyenangkan Verstappen. Tapi, Tiga Huruf Pertama itu juga tidak selalu menjadi cara terbaik, dan paling representatif, untuk menunjukkan nama.


Membuang huruf vokal bisa memberi singkatan lebih baik tentang nama lengkap pembalap daripada menggunakan hanya tiga huruf pertama. Apa lagi jika namanya pendek.

Salah satu contoh, Esteban Ocon. Singkatan OCN lebih mendekati nama lengkapnya daripada OCO. Untuk nama Jordan King, singkatan KNG lebih bagus daripada KIN. Selain lebih mendekati nama lengkapnya, ‘NG’ lebih penting daripada huruf vocal I. Alexander Rossi menggunakan RSI karena ROS sudah punya Rosberg.

Keluarga Schumacher juga menghilangkan huruf vokal. Michael menggunakan MSC, ketika adiknya Ralph gabung F1 dengan nama singkatan RSC. Kebetulan, Mick anak Michael juga gabung dan menggunakan singkatan SCM.

EDITOR: Omar Ballaz

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).