Untuk Pertama Kali Marquez Uji Coba Mobil Formula 1

WINA, SERUJI.CO.ID – Juara dunia MotoGP empat kali Marc Marquez mengendarai mobil Formula 1 untuk pertama kalinya di Red Bull Ring di Austria pada Selasa (5/6), namun mengatakan fokusnya tetap pada dua roda setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Pebalap Repsol Honda itu, yang mendapat nasehat dari mantan pebalap Red Bull Mark Webber dan disaksikan oleh mantan juara Niki Lauda, mengendarai mobil bermesin V8 dengan warna Toro Rosso pada ujicoba tersebut.

“Fokus saya sepenuhnya untuk beberapa tahun mendatang akan tetap pada MotoGP,” kata pebalap Spanyol 25 tahun itu, yang juga disponsori Red Bull, setelahnya.

“Saya merupakan bagian dari tim yang fantastis, dan saya merasa termotivasi sepenuhnya. Siapa tahu, mungkin Formula 1 akan menjadi ide serius bagi saya dalam waktu beberapa tahun ke depan,” tambahnya.


Marquez memimpin klasemen MotoGP, meski ia gagal meraih poin di Mugello di Italia pada akhir pekan setelah terjatuh saat mengejar untuk mendapatkan posisi kedua.

Konsultan otomotif Red Bull Helmut Marko mengatakan bahwa kelak Marquez dapat membalap di Formula 1.

Mendiang John Surtees masih menjadi satu-satunya orang yang memenangi gelar dunia di kategori roda dua dan roda empat, sedangkan kompatriot Britanianya Mike Hailwood juga sukses saat mengikuti kedua ajang tersebut.

Legenda MotoGP asal Italia Valentino Rossi juga pernah mencoba mobil Ferrari di masa lalu, sedangkan pebalap Spanyol Jorge Lorenzo, juara MotoGP sebanyak tiga kali, pernah mengendarai Mercedes.

Juara dunia dua kali Fernando Alonso, yang sekarang memperkuat McLaren, juga pernah menguji sepeda motor Honda Marquez pada 2015.

“Pada tahun-tahun mendatang ia akan mematahkan lebih banyak rekor di MotoGP. Mungkin setelah itu, Formula 1 akan menjadi suatu peluang sebenarnya,” kata Marko mengenai Marquez.

“Sampai sekarang hanya ada beberapa talenta luar biasa, seperti John Surtees, yang mampu bersaing di kedua jenis balapan itu. Marc juga memiliki apa yang diperlukan. Hari ini jelas bukan terakhir kalinya ia akan duduk dalam mobil Formula 1,” ungkapnya. (Ant/Su02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Tetap Bolehkan Berswafoto, Begini Klarifikasi Garuda Soal Edaran Larangan Berfoto di Pesawat

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan bahwa penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi. "Misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," jelas Rosan.

Klarifikasi Larangan Berfoto Dalam Pesawat, Garuda: Itu Edaran Internal Belum Final

Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mengklarifikasi beredarnya surat larangan mengambil foto di dalam kabin pesawat selama penerbangan di seluruh pesawat Garuda, yang suratnya sempat viral di media sosial.

Inilah Sebab Prabowo Digugat Mulan Jameela dan Belasan Kader Gerindra

Baru saja kalah dalam gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dan ditolak permohonannya dalam penetapan hasil Pilpres di Mahkamah Agung (MA), kali ini Calon Presiden yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto harus menghadapi gugatan dari belasan calon anggota legislatif (Caleg) yang juga kader Partainya sendiri.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

Tenggat Waktu Habis, Satgas Bentukan Kapolri Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

Satuan Tugas (Satgas) untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, dinilai gagal menjalankan tugasnya hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 6 bulan setelah dilantik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.