Alonso Tetap Bersepeda 50 km dan Lari 5 km

OVIEDO – Fernando Alonso berakhir di peringkat ke-10 dalam balap Formula One musim 2016. Untuk tahun ini, ia tak mau ikut-ikutan bos McLaren yang baru, Zak Brown, mengesampingkan kemungkinan menang. Justru, ia teus mempersiapkan fisik untuk mengendarai mobil tercepat.

Saat McLaren menjalani era pasca Ron Dennis, tim eksekutif baru di bawah Brown pekan lalu menyatakan tidak akan memenangkan balapan apa pun pada 2017.

“Saya paham apa yang dikatakan Zak Brown. Tapi, siapa tahu?” begitu respons Alonso yang dikutip Speed Week, Kamis (16/2). “Saya positif saja. Saya intens mempersiapkan diri seperti biasa. Saya akan melakukan segalanya yang saya bisa.”

Pembalap Spanyol itu juga menanggapi spekulasi McLaren akan beralih ke livery oranye pada 2017. “Bisa jadi itu oranye, hitam atau putih. Saya sudah tanya Eric (Boullier), tapi ia bilang saya akan melihatnya saat peluncuran. Buat saya, yang penting bikin mobil lebih kencang.”

Pemenang gelar dua kali itu mengaku berlatih keras untuk tahun ini, termasuk bersepeda 50 km dan lari 5 km per hari. “Saya telah mengendarai berbagai mobil balap. Jika ingin meningkatkan beberapa detik, saya tidak berpikir itu secara radikal akan mengubah persyaratan fisik saya,” kata Alonso.

Ditanya apakah 2017 akan menjadi tahun terakhirnya di F1, pembalap usia 35 tahun itu menjawab, “Lihat saja nanti. Kami akan jalani langkah demi langkah.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER