Tim Thomas Indonesia Atur Strategi Hadapi Thailand

BANGKOK, SERUJI.CO.ID – Tim Indonesia akan mengatur strategi untuk menghadapi tim favorit China pada laga semifinal kejuaraan bulu tangkis beregu Piala Thomas di Bangkok, Thailand.

“Kami akan bahas dengan tim pelatih, siapa-siapa saja yang ditampilkan nanti,” kata manajer tim Piala Thomas/Uber Indonesia Susy Susanti di Bangkok, Kamis (24/5) malam.

“Kita lihat head to head dengan pemain China, dan juga kami akan melihat kondisi terakhir para pemain,” katanya.

Tim putra Indonesia berhasil lolos ke final Piala Thomas setelah pada babak perempat final Kamis malam mengalahkan Malaysia 3-1.

Baca juga: Kalahkan Malaysia, Tim Putra Indonesia Berhasil Melaju ke Semifinal Piala Thomas

Indonesia akan menantang tim unggulan pertama China yang lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Taiwan 3-0.

Susy mengakui melawan China merupakan tugas yang berat bagi pemain-pemain Indonesia.

Di tunggal putra tiga pemain utama peringkatnya semuanya di atas pemain-pemain Indonesia. Di antaranya Shi Yuqi, Chen Long dan Lin Dan, yang masuk dalam 10 besar peringkat terbaru badan bulu tangkis dunia (BWF).

Baca juga: Menpora Minta PBSI Evaluasi Tim Putri Indonesia

“Hanya Kevin dan Marcus yang peringkatnya di atas pasangan-pasangan ganda putra China,” kata Susy.

Namun menurut Susy, peringkat BWF tidak selalu menjadi ukuran peluang sebuah tim dalam kejuaraan beregu Piala Thomas ini.

“Banyak faktor lain yang menentukan saat bertanding, termasuk soal mental pemain,” katanya.

Hal tersebut juga terjadi sejak penyisihan Piala Thomas 2018 ini.

“Jadi kita jangan pesimis dulu, masih ada peluang,” tambah Susy yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.