Lakukan Pengaturan Skor, PBSI Tak Pandang Bulu


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak akan pandang bulu soal kasus pengaturan skor, baik yang dilakukan oleh pihak di dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) atau di luarnya, terutama bagi pemain.

“Begitu terbukti, pasti itu merupakan ‘the end for their career’. Kami tak peduli dia pelatnas atau non-pelatnas, pokoknya selama dia pemain Indonesia dan ketahuan fixing, ya selesai. Kami sudah tak mau lagi mendaftarkan mereka di turnamen, selesai,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto saat ditemui di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/3).

Apa yang diungkapkan Budiharto ini, menyangkut kasus dunia bulu tangkis yang sedang hangat saat ini, yaitu kasus pengaturan skor yang dilakukan oleh dua pemain Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

Dikabarkan, kedua pebulu tangkis Malaysia yang terlibat yakni Zulfadli Zulkifli dan Tan Chung Sean. Terkait kasus tersebut, Budiharto menyatakan pernah ada juga pebulu tangkis Indonesia yang terlibat hal demikian.

“Sebenarnya kemarin ada pemain Indonesia yang terindikasi kasus serupa. Pemain bersangkutan sudah disidang BWF dan langsung kami banned. Kami sudah banned dia pada akhir tahun lalu,” kata Budiharto.

Ia mengatakan, pebulu tangkis Indonesia yang terlibat pengaturan skor tersebut, merupakan pemain non-pelatnas yang bermain di nomor ganda putra dan ganda campuran.

Dan saat ini, PBSI sudah tidak mengizinkan sang pemain untuk mengikuti berbagai turnamen bulu tangkis, baik skala nasional maupun internasional.

“Kalau dicermati, jika ada pemain yang biasanya sering ikut turnamen tetapi sekarang tidak, ya berarti dialah orangnya. Kalau kalian ikuti perkembangan pasti tahu. Biasanya dia ada di mana-mana, dan per akhir tahun kemarin sudah nggak pernah ada. Dia pemain senior kok,” ujar Budiharto. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close