Tony Sucipto Anggap Laga Persija Lawan Persib Tidak Istimewa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bek Persija Jakarta, Tony Sucipto, yang memperkuat Persib Bandung periode 2011-2018, menganggap laga kontra skuat berjuluk Maung Bandung di Liga 1 Indonesia 2019, Rabu (10/7), tidak istimewa.

“Pertandingan ini biasa saja, sama seperti pertandingan lain,” ujar Tony di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/7).

Menurut pria berusia 33 tahun itu, sebagai pesepak bola profesional dirinya akan memberikan yang terbaik untuk Persija.

Tony menyadari bahwa timnya membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 Indonesia 2019.

Saat ini, Persija masih berada di peringkat ke-14 dengan lima poin. Sementara Persib Bandung bertengger di posisi ke-13 dengan enam poin.

Terkait rivalitas Persija dan Persib yang seringkali ‘panas’, Tony yang pada tahun 2010 sempat merumput untuk Persija menyebut hal itu tidak terasa di lapangan.

“Di lapangan biasa saja. Kan, media yang membesar-besarkan,” kata Tony.

Sebagai mantan pemain Persib, Tony memiliki beberapa rekan di skuat Maung Bandung.

Akan tetapi, ia memastikan bahwa dirinya tetap profesional sepanjang pertandingan.

“Kami harus bersaing selama 90 menit,” tutur Tony.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER