Tingkatkan Profesionalisme, Madura United Kelola Stadion Pamekasan

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menyerahkan pengelolaan stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan ke manajemen klub sepak bola Madura United FC.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, pengelolaan stadion oleh pihak ketiga itu sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan, sekaligus menambah nilai bisnis dan manfaat stadion.

“Sebab, jika pengelolaan oleh pihak yang profesional nilai manfaatnya akan lebih jelas dan lebih baik juga,” kata Baddrut Tamam, Ahad (7/4).

Penanda tanganan kontrak kerja sama pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan antara Pemkab Pamekasan dengan manajemen Madura United FC telah dilakukan, Sabtu (6/4) di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan untuk lima tahun kedepan.

Baddrut Tamam mewakili Pemkab Pamekasan, sedangkan dari pihak Madura United diwakili oleh Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq.

Saat penanda tanganan bupati didampingi oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, sedangkan dari pihak Madura United didampingi oleh Presiden Klub Achsanul Qosasi.

Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan ini merupakan stadion milik pemkab kedua di Indonesia yang dikelola klub. Stadion lain yang juga dikelola oleh klub adalah Stadion I Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Stadion ini dikelola oleh klub sepak bola Bali United FC.

Salah satu poin yang menjadi kontrak kesepahaman dalam kerja sama antara Pemkab dengan Madura United FC itu adalah sewa pokok stadion dan bagi hasil pengelolaan.

Pihak legislatif menilai, pola pengelolaan stadion oleh pihak ketiga ini akan lebih efektif dalam memberikan kontribusi positif dalam hal menambah pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Pamekasan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy