PSM Makassar Putuskan Akan Jamu Bhayangkara FC di Bali

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PSM Makassar memutuskan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan 16 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali dikarenakan status Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar yang dinyatakan tidak lolos verifikasi.

“Kami bersama tim memilih mengambil langkah cepat agar tidak terkena sanksi yang berujung kerugian yang lebih besar bagi PSM. Kami berharap seluruh pihak dapat menerima ini semua khususnya teman-teman suporter yang sangat kami hargai dan para sponsor yang kami hormati,” kata Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina dikonfirmasi dari Makassar, Jumat (13/7).

Keputusan untuk pindah merupakan tindak lanjut dari keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga akibat deadline penyelesaian lampu Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar yang telah jatuh tempo.

Ia menjelaskan, manajemen telah berusaha mengejar pemasangan lampu stadion untuk mencapai standar yang ditetapkan operator liga, PT LIB. Namun memang ada beberapa kendala dilapangan.

Sementara disisi lain karena PSM harus sesegera mungkin menentukan venue untuk menjamu Bhayangkara FC.

Berdasarkan regulasi, paling lambat delapan hari jelang laga, tuan rumah sudah harus menentukan venue digelarnya laga. Itu artinya PSM dideadline sudah harus menentukan venue menjamu Bhayangkara FC pada Minggu 8 Juli.

Jika tidak, kata dia, maka PSM akan dikenai sanksi kalah WO dan sanksi lainnya karena PSM dianggap tidak dapat menggelar pertandingan.

Belum lagi, PSM masih harus mengundang tim verifikator untuk mengecek apakah lampu tersebut sudah memenuhi standar atau belum. Seperti yang sudah-sudah, maksimal tim verifikator akan mengumumkan hasilnya, sepekan setelah pengecekan.

“Pemilihan Bali sebagai kandang sementara hanya untuk satu laga saja menjamu Bhayangkara FC. Hal ini tentu dengan pertimbangan yang salah satunya yaitu recovery para pemain karena jarak antara pertandingan sebelumnya dengan pertandingan kontra Bhayangkara FC sangat dekat,” jelas wanita yang akrab disapa Wina tersebut.

“Kami telah berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Kami mohon dukungan dari seluruh pihak khususnya suporter agar tim dapat memberikan hasil maksimal dilaga hari Minggu (8/7) nanti,” lanjut dia. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER