PSIS Semarang Dokumentasikan Aktivitas Penonton Untuk Antisipasi Sanksi “Salah Alamat”

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Manajemen PSIS Semarang akan mendokumentasikan seluruh aktivitas penonton laga kandang tim kebanggan Ibu Kota Jawa Tengah itu untuk dijadikan bukti jika dirasa sanksi salah alamat dari Komisi Disiplin PSSI berkaitan dengan perilaku para penonton tersebut.

Direktur Utama PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya, di Semarang, Selasa (18/6), mengatakan, evaluasi dilakukan usai dua laga kandang yang sudah dijalani PSIS.

Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp175 juta terhadap PSIS atas pelemparan botol yang dilakukan penonton saat menghadapi Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.

Panitia Pelaksana Pertandingan PSIS akan diminta merekam seluruh aktivitas penonton di seluruh tribun.

“Rekaman ini nanti akan dipakai sebagai bukti jika ternyata sanksi yang dijatuhkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, cara ini diharapkan bisa memberi keadilan dalam pemberian sanksi.

Selain itu, panitia pelaksana pertandingan juga akan melakukan sweeping terhadap para penonton yang akan masuk ke stadion.

“Nanti akan lebih ketat, apalagi penonton memang dilarang membawa botol minuman saat masuk ke tribun,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy