Persiba Balikpapan Diminta Konsentrasi Saat Bertandang ke Manado

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID – Skuat Beruang Madu Persiba Balikpapan diminta untuk konsentrasi hingga menit akhir saat bertandang ke Manado untuk menghadapi tim Bogor FC Sulut United yang sedang meningkat percaya dirinya setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Klabat, Manado pertengahan pekan lalu.

Persiba dijadwalkan menghadapi tuan rumah Bogor FC Sulut United Ahad (7/7), mulai pukul 16.30 dalam pertandingan keempat Liga 2.

“Menit-menit awal dan akhir pertandingan memang kritis. Karena itu saya minta anak-anak konsentrasi penuh sampai peluit akhir tanda pertandingan berakhir,” ujar pelatih Persiba, Salahuddin, Sabtu (6/7).

Ia juga mengatakan bahwa timnya harus mewaspadai semua pemain lawan.

“Ya, semua pemain Sulut FC kita waspadai. Apalagi mereka banyak punya pemain pinjaman yang berpengalaman di Liga 1,” kata Salahuddin, bek kiri Barito Putera di era Galatama dan musim-musim awal Liga Indonesia.

Ia juga percaya kekuatan mental Taufik Kasrun dan kawan-kawan. Hasil seri di Pasuruan adalah contohnya. Meski Persewar Waropen yang menumpang di Stadion Untung Surapati bermain dengan penuh intimidasi, Beruang Madu tetap tenang. Bahkan juga ketika tertinggal gol di menit ke-9 oleh Chrismon Gustap Wombairo, para beruang pun tetap tenang. Dan setelah konsolidsi, giliran menyerang balik. Persiba bisa mencetak gol balasan dan menyamakan kedudukan, dan kemudian mematikan semua upaya tuan rumah menambah skor. Satu poin pun didapat dari Pasuruan.

“Jadi anak-anak juga punya rasa percaya diri yang kuat yang bisa mengimbangi tuan rumah,” tambah Salahuddin.

Persiba datang ke Manado dengan 18 pemain. Bila pelatih Bogor FC, Herry Kiswanto, yang juga pernah menangani Persiba saat di Liga 1, memasang skema 4-3-3, maka Salahuddin sedapat mungkin akan mengimbangi dengan membuat lapangan tengah penuh dan menghambat serangan lawan sejak akan dimulai. Untuk itu ia memiliki gelandang cerdas seperti Andre Dio dan Bryan Cesar Ramadhan yang jeli melihat celah di pertahanan lawan. Andre misalnya, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti untuk melumpuhkan kiper Persis Solo, Sukasto Effendi.

Persiba juga punya penyerang yang cepat dan mumpuni dan sudah membuktikan diri. Muhammad Rasul dan Benny Okto tentu tak ingin disebut sebagai Beruang Jago Kandang sebab hanya bisa cetak gol di Stadion Batakan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Divestasi Freeport

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER