Pelatih PSMS Ikut Kursus Lisensi Pelatih AFC Pro

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Pelatih PSMS Medan Djajang Nurdjaman akan mengikuti kursus lisensi pelatih AFC Pro yang digelar PSSI mulai 14-20 April 2018 di Yogyakarta.

“Iya pelatihan dimulai 14-20 April mendatang,” katanya di Medan, Sabtu (7/4).

Atas dasar itu mantan pelatih Persib Bandung itu juga selama sepekan tidak akan bisa mendampingi anak-anak asuhnya berlatih termasuk ketika PSMS bertandang ke Magelang melawan PSIS Semarang, Minggu 14 April 2018.

“Saya mohon izin tidak bisa mendampingi PSMS away melawan PSIS di Magelang. Dekat memang dari Yogyakarta, tapi tidak bisa hadir karena fokus mengikuti pelatihan,” katanya.

Sementara ketika PSMS menjamu Perseru Serui, pada 20 April di Stadion Teladan, ia berupaya bisa datang ke Medan untuk mendampingi anak-anak asuhnya.

“Tanggal 20 itu PSMS melawan Perseru di Medan, saya berusaha datang dengan pesawat terakhir. Jadi selama pelatihan saya hanya absen saat away lawan PSIS,” katanya.

Lisensi AFC Pro menjadi standar tinggi pelatih di Indonesia, para pelatih yang lulus dari kursus tersebut nantinya bisa melatih klub luar negeri. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER