Pelatih Persija Katakan Bahwa Pemainnya Sudah Kelelahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pelatih klub Persija Jakarta Ivan Kolev mengatakan, para pemainnya kelelahan setelah menjalani tiga pertandingan dalam waktu sembilan hari, dari 23 April sampai 1 Mei 2019.

“Para pemain terbaik kami kelelahan dan tidak banyak waktu untuk beristirahat dengan baik,” ujar Kolev, dikutip dari tim media Persija di Jakarta, Rabu (1/5).

Pelatih asal Bulgaria itu menyebut, letih itu menjadi biang keladi kekalahan timnya dari tim Liga Vietnam Becamex Binh Duong dalam laga Grup G Piala AFC 2019 yang digelar di Vietnam hari ini, Rabu (1/5), dengan skor 3-1.

Kolev menilai, ketidakbugaran pemainnya menjadi soal yang sulit untuk diantisipasi.

Sampai pertandingan kontra Becamex, Persija memang harus menjalani jadwal padat dengan bertanding tiga kali dalam sembilan hari, dimulai dari pertandingan Grup G Piala AFC 2019 kontra Ceres Negros di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (23/4).

Setelah itu, skuat berjuluk Macan Kemayoran langsung bertolak ke Bali untuk menghadapi Bali United di leg perdana babak delapan besar Piala Indonesia 2018-2019 pada Jumat (26/4) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Kemudian, Rabu (1/5) Persija bertandang ke markas klub asal Vietnam Becamex Binh Duong.

Persija sendiri selalu kalah di tiga pertandingan tersebut. Hasil negatif dari kandang Becamex bahkan menyingkirkan klub berjuluk Macan Kemayoran itu dari Piala AFC 2019.

“Bukan tugas mudah memainkan laga seperti itu. Saya mengerti suporter The Jakmania kecewa dengan hasil ini. Namun, saya mengapresiasi dukungan mereka,” tutur Kolev.

Persija sendiri belum bisa berleha-leha karena dalam empat hari ke depan mereka harus menghadapi Bali United di leg kedua perempat final Piala Indonesia 2018-2019 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (5/5).

Persija harus membalikkan keadaan karena di leg pertama yang berlangsung di Bali mereka kalah dengan skor 1- 2 dari Bali United.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.