Pelatih Persib Tidak Sabar Untuk Menghadapi Persija

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pelatih klub Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku sudah tidak sabar untuk menghadapi Persija Jakarta dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (10/7).

“Saya tidak sabar. Itu adalah pertemuan dua tim besar di Indonesia meski di klasemen Liga 1 saat ini keduanya tidak berada di posisi yang bagus,” ujar Rene Alberts dalam konferensi pers sebelum laga kontra Persib di SUGBK, Jakarta, Selasa (9/7).

Persib, kata pelatih asal Belanda itu, akan memberikan segalanya untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Selain demi memberikan hadiah terbaik untuk suporter Persib, yang dilarang datang ke SUGBK, Alberts ingin kembali membawa skuatnya ke jalur kemenangan.

Persib baru satu kali menang dari enam laga yang sudah dilewati di Liga 1 Indonesia 2019. Sisanya, skuat berjuluk Maung Bandung itu seri tiga kali dan dua kali kalah. Kekalahan itu sendiri terjadi secara beruntun yaitu dari Bhayangkara (kalah 1-2) dan Persebaya (kalah 4-0).

“Kami tidak memperlihatkan penampilan terbaik dalam pertandingan tersebut, terutama di lini pertahanan. Kami harus memperbaikinya,” kata Alberts.

Keinginan untuk mendapatkan poin dari lawatan ke Jakarta juga diutarakan oleh bek Persib Supardi.

Supardi menegaskan para pemain Persib akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan tersebut.

“Laga besok mungkin ditunggu oleh suporter sepak bola Indonesia karena dianggap pertandingan besar (big match) Tanah Air. Kami berharap bisa mendapatkan poin dari laga tersebut,” katanya.

Saat ini, Persib berada di posisi ke-ke-13 klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2019 dengan enam poin. Sementara Persija persis di bawahnya dengan lima poin.

Pertandingan Persija versus Persib sendiri akan digelar mulai pukul 15.30 WIB.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Mengapa Islamophobia?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER