Naikkan Harga Tiket Persebaya VS Serawak FC, Ini Alasan Managemen Persebaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Bidang Fans Relations Managemen Persebaya, Sidik Alex Tualeka mengatakan kenaikkan harga tiket pertandingan Persebaya VS Serawak FC Malaysia dari Rp35.000 menjadi Rp50.000, lantaran pihak pengelola stadion dan managemen Persebaya ingin sajikan pertandingan Internasional sebaik mungkin.

“Kan title pertandingan ini Internatioanl frendly match, kita gak melawan tim kampung, kita lawan tim profesional dari luar. Justru kita disini mau mengangkat marwah dan harga diri dari supporter Persebaya sendiri dengan harga itu,” katanya pada awak media saat aksi ribuan massa Bonek yang menolak kenaikan harga tiket, di Taman Bungkul, Surabaya, Kamis (15/3) malam.

Pihak managemen Persebaya menyayangkan terjadinya aksi protes dengan pengerahan massa di Taman Bungkul tersebut, karena akan berdampak image sepak bola tanah air dinilai buruk oleh International hanya perkara harga tiket penonton.

“Karena dengan kegaduhan ini image kita jadi turun, disaat Persija, Persib, Bali United, di level Internasianal, kita masih berkutat dengan masalah tiket,” tutur Alex.

Kendati pihaknya belum dapat memastikan apakah harga tiket bisa kembali normal, namun ia mengapresiasi kedewasaan massa Bonek dalam menyampaikan aspierasi.

“Diskusi tadi sangat singkat, ada beberapa aspirasi juga nggak rasional, tapi animo anak-anak kita harus fasilitasi, dengan perwakilan mereka untuk berdiskusi dengan managemen, ya paling cepat besok,” ujarnya.

Jumat besok (16/3), pihak managemen Persebaya berjanji akan temui perwakilan massa Bonek untuk membahas masalah harga tiket tersebut.

Alex mengaku tidak dapat memberikan jamin ditengah kerumunan massa bonek yang mendengar penuturannya, karena bukan kewenangannya merealisasi semua tuntutan.

“Makanya kita tekankan, Bonek pun harus menerima aspirasi dari pihak Managemen. Kita akan agendakan. Yang bisa beri jaminan cuma orang yang punya kuasa, saya cuma sampaikan saja,” tandasnya. (Luh/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.