Madura United Kalahkan PSM Makassar 2-1

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Madura United menaklukkan PSM Makassar 2-1 pada semifinal leg kedua Piala Indonesia di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (7/7).

Meskipun “Laskar Sape Kerrap” (sebutan Madura United) menang, hasil ini belum cukup mengantarkan Madura United ke final Piala Indonesia karena PSM unggul gol tandang atas Madura United.

Sejak babak pertama mulai pukul 15.30 WIB, kedua tim menerapkan pola permainan menyerang. Tetapi penguasaan bola lebih dikuasai PSM, dengan beberapa kali “Juku Eja” mengancam gawang Madura United, tapi masih berhasil diselamatkan oleh M Ridho.

Tekanan demi tekanan oleh tim tamu semakin besar sampai pada menit ke-10 Madura terlihat kurang bebas di lapangan. Namun memasuki menit ke-20 Madura mulai mampu menguasai diri, bahkan tampil lebih agresif menembus jantung pertahanan PSM Makassar.

Memasuki menit ke-30, Madura United mendapat hadiah penalti pemain PSM melanggar Beto.

Aleksandar Rakic yang menjadi algojo tendangan penalti sukses menjalankan tugas untuk mengubah kedudukan 1-0 untuk Madura United.

Tertinggal 1 gol, tim tamu berupaya keras menyamakan kedudukan dengan membangun serangan dari kedua sayap.

Namun, permainan rapat lini bekalang “Laskar Sape Kerrap” membuat serangan-serangan PSM kandas, bahkan “Juku Eja” kewalahan menghadapi serangan balik pemain depan Madura United.

Pada babak kedua, PSM mengambil inisiatif serangan sehingga dua peluang tercipta. Ancaman dari tim tamu menjadi pemicu bagi “Laskar Sape Kerrap” untuk lebih mematangkan serangan ke pertahanan PSM.

Hasilnya, pada menit ke-58 kerjasama Rakic dengan Greg, memperbesar keunggulan tuan rumah.

Tendangan kapten Madura United Greg Nwokolo gagal dibendung kiper PSM Hilmansyah sehingga skor berubah menjadi 2-0 untuk Madura United.

PSM Makassar tidak patah semangat apalagi PSM hanya butuh selisih satu gol saja.

PSM terus menyerang dengan menciptakan peluang berbahaya lewat pergerakan Guy Junior. Namun penjaga gawang M Ridho kembali menggagalkan peluang itu.

“Juku Eja” baru bisa mencetak gol saat babak kedua tersisa 10 menit, melalui Aaron Evan setelah menerima umpan dari Bayu Gatra Sanggiawan sehingga skor berubah 2-1.

Bagi “Laskar Sape Kerrap” skor 2-1 berarti kekalahan karena untuk melaju ke final, Madura harus unggul 2 gol atas PSM.

Madura pun berusaha keras menambah gol tapi tidak membuahkan hasil sampai babak kedua berakhir.

Madura United pun harus merelakan jatah final Piala Indonesia jatuh ke tangan PSM karena kalah gol tandang.

“Ini semua terjadi, berkat kerja keras dan mental yang kuat pemain kami di lapangan,” kata pelatih PSM Darije Kalezic seusai pertandingan.

Sementara pelatih Madura United FC Dejan Antonic menyatakan, anak asuhnya sudah berupaya keras memenangkan pertandingan, akan tetapi keberuntungan belum berpihak kepala “Laskar Sape Kerrap”.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER