Madura United Boyong 19 Pemain ke Tenggarong

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Madura United memboyong sebanyak 19 pemain ke Tenggarong guna menghadapi Mitra Kukar pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia yang digelar pada 13 April 2018.

“Ke-19 pemain yang kami bawa ke Tenggarong guna menghadapi Mitra Kukar ini tanpa pemaing asing Zahrahan Krangar,” ujar Manajer Madura United FC Haruna Soemitro dalam keterangan persnya kepada Antara di Pamekasan, Rabu (11/4).

Zahrahan Krangar tidak ada dalam daftar pemain yang dibawa “Laskar Sape Kerrab” ke markas “Naga Mekes” karena yang bersangkutan meminta izin untuk mengurus perpanjangan visa.

“Zahrahan sedang memperpanjang visa. Itu merupakan kewajiban administrasi biasa yang harus dipenuhi bagi setiap pemain asing,” ujar Haruna, menjelaskan.

Haruna menyatakan, absennya pemain asal Liberia itu, tentu akan sedikit banyak mempengaruhi kekuatan skuad “Laskar Sape Kerrap” asuhan Milomir Seslija tersebut.

Hanya saja, ia yakin, Madura tetap bisa bermain optimal, mengingat, Zahrahan bukan satu-satunya pemain andalan di lina tengah Madura United.

Pelatih Madura United Milomir Seslija menjelaskan, Madura masih memiliki pemain lain, seperti Slamet Nurcahyo yang bisa menggantikan peran Zahrahan sebagai pengatur permainan tim di lini tengah Madura United.

Selain itu, Madura United juga bisa menerjunkan bek andalannya Benny Wahyudi yang sempat cidera.

“Saat ini Benny Wahyudi sudah normal dan bisa kita mainkan saat akan menghadapi Mitra Kukar nanti,” ujar Milo.

Berikut adalah daftar nama 19 pemain Madura United yang diboyong ke Tenggarong, guna menghadapi Mitra Kukar pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia yang akan digelar 13 April 2018: 1. Satria Tama (PG) 2. Angga Saputra (PG) 3. Alfath Fatier 4. Benny Wahyudi 5. Fabiano Beltrame 6. Munhar 7. Fachrudin Aryanto 8. Andik Rendika Rama 9. Guntur Ariyadi 10. Engelberd Sani 11. Bayu Gatra 12. Slamet Nurcahyo 13. Onoriode Kughebe 14. Asep Berlian 15. Lucky Wahyu 16. Nuriddin Davronov 17. Alberto Antonio 18. Greg Nwokolo 19. Raphael Maitimo. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER