Kapten Persebaya Diragukan Dapat Tampil Hadapi Madura United

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kapten Persebaya Surabaya, Ruben Sanadi, diragukan tampil menghadapi Madura United pada babak delapan besar Piala Indonesia yang akan digelar Rabu, 19 Juni 2019.

“Sepertinya begitu, sebab dia belum fit. Tapi kami tetap berharap dia bisa turun,” ujar pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, kepada wartawan di Surabaya, Senin (17/6).

Ia mengatakan, kondisi Ruben mengalami sedikit hambatan pada kaki, bahkan dikatakannya sebelum berangkat panggilan ke timnas senior untuk menghadapi Yordania.

“Makanya di sana dia hanya main 45 menit,” ucap pelatih asal Majalengka tersebut.

Ruben Sanadi menjadi satu di antara beberapa pemain “Bajul Ijo” yang dipercaya memperkuat timnas, baik senior maupun U-23.

Sejumlah pemain lainnya, yaitu Hansamu Yama, Irfan Jaya, Osvaldo Haay serta Rahmat Irianto telah kembali dan dipastikan bisa tampil menghadapi Madura United.

Laga “Derby Suramadu” tersebut berlangsung dua kali, pertama di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada 19 Juni, kemudian di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan di Pamekasan pada 27 Juni 2019.

Selain Ruben, barisan belakang tim juara Liga 2 tahun 2017 tersebut masih belum bisa diperkuat Otavio Dutra yang sampai saat ini belum mendapat rekomendasi dokter untuk tampil akibat cedera.

Sementara itu, menghadapi Madura United yang diperkirakan tanpa diperkuat Zah Rahan akibat cedera, pelatih Persebaya optimistis mampu meraih hasil sempurna sehingga memudahkan laga kedua.

Djanur, sapaan akrabnya, mengakui saat ini calon lawan timnya sedang dalam keadaan onfire, terutama produktivitas dalam mencetak gol, bahkan masih memimpin klasemen sementara Liga 1.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER