Dinilai Merugikan, Kalteng Putra Layangkan Surat Protes Terkait Kepemimpinan Wasit

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Manajemen Kalteng Putra melayangkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan tim mereka saat pertandingan melawan PSS Sleman pada Ahad (7/7) malam lalu.

“Surat protes yang kami layangkan ini bukan memprotes tim lawan, melainkan memprotes kepemimpinan wasit yang sangat merugikan tim kami. Salah satunya gol pertama PSS Sleman dalam posisi offside serta berbagai kontroversi lainnya,” kata Sekretaris Kalteng Putra, Sigit Widodo di Palangka Raya, Senin (8/7).

Sigit menegaskan, protes yang dilayangkan ke PT LIB itu agar ada tindakan terhadap perangkat pertandingan yakni wasit yang keputusannya dinilai menguntungkan tim tuan rumah saat laga di Stadion Maguwuharjo, Sleman DI Yogyakarta pada lanjutan Liga I Indonesia pekan ke tujuh.

Ia sangat berharap surat yang pada hari ini dikirim melalui surat elektronik kepada PT LIB dan ditembuskan kepada PSSI bisa segera ditindaklanjuti. Apabila hal ini tidak ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan menjadi sesuatu hal yang buruk dalam setiap pertandingan.

“Saya berharap PT LIB menindaklanjuti protes yang kami layangkan. Kalau perlu wasit yang kinerjanya tidak beres wajib diberi sanksi dan dipublikasi. Jangan hanya klub saja apabila melanggar diberikan sanksi,” ucapnya.

Ia mengatakan, semoga dengan protes yang dilakukan manajemen Kalteng Putra kepemimpinan wasit yang diduga sangat merugikan tim yang baru menikmati liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, tidak akan terulang lagi sehingga tim-tim bermain dengan semangat apabila kepemimpinan wasitnya tidak timpang.

Menurut Sigit, analisa para penikmat sepak bola Indonesia, wasit memimpin tidak berimbang dan selalu memberikan banyak kartu kepada tim yang mereka untungkan. Seperti saat pertandingan Kalteng Putra melawan PSS Sleman, buktinya pada pertandingan itu ada enam pemain PSS Sleman diganjar kartu kuning, sedangkan Kalteng Putra hanya satu kartu kuning.

“Tim kalau diuntungkan dalam suatu pertandingan pasti diberi ganjaran kartu kuning yang sangat banyak, seolah-olah itu pengganti dua gol yang diberikan melalui bantuan wasit. Hal serupa juga pernah terjadi pada saat Liga 2 Kalteng Putra melawan PSS Sleman juga dan hakim garisnya dengan orang yang sama. Ini ada apa, apakah kebetulan atau bagaimana,” beber Sigit.

Mantan Asisten Manajer Kalteng Putra periode 2018 itu, meminta PT LIB jeli dalam melihat jalannya sebuah pertandingan. Apabila ada perangkat pertandingan yang diduga bermain mata untuk menguntungkan salah satu tim maka harus ditindak.

“Saya berharap kejadian seperti ini hanya terjadi sekali ini saja, kemudian tidak akan ada lagi terjadi. Apalagi pasca adanya pemberantasan mafia sepak bola yang beberapa bulan lalu ditegakkan oleh kepolisian,” tandasnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Promo Miras Holywings, Fahira: Ini Provokasi bukan Promosi

SERUJI.CO.ID - Anggota DPD RI yang juga Senator DKI...

Demo Penghina Nabi di India, Dua Remaja Tewas

SERUJI.CO.ID - Dua remaja Muslim tewas dalam kekerasan di...

Syafii Maarif dan Isu Perbudakan Spiritual

Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

Innalillahi, Kembali Indonesia Berduka Guru Bangsa Buya Syafii Maarif Berpulang

Kabar duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia dengan berpulangnya guru bangsa Buya Syafii Maarif pada hari hari ini, Jumat 27 Mei 2022.

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O