Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu ditaklukkan Persela Lamongan 0-2 dalam lanjutan Liga 1, Ahad (20/5).

Dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Senin (21/5), surat tersebut ditandatangani oleh sekretaris Persija Rahmad Sumanjaya, manajer Persija Marsma TNI Ardhi Tjahjoko dan pelatih Persija Stefano Cugurra.

Manajer tim Ardhi Tjahjoko menyebut pihak klub juga menyertakan bukti-bukti berupa foto dan video untuk memperkuat surat protes tersebut.

“Kami lampirkan bukti-bukti yang kami punya dan semoga ada tindak lanjut dari ini semua. Tolong berikan hukuman kepada wasit yang seperti ini, jangan hanya pemain atau ofisial yang disanksi,” ujar Ardhi.

Baca juga: Persija Alami Kekalahan Kembali Setelah Ditaklukkan Persela 2-0

Adapun protes Persija bermula ketika dalam laga Liga 1 kontra Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Ahad (20/5), wasit Annas Apriliandi mengesahkan gol pemain Persela Diego Assis.

Menurut pihak Persija, gol tersebut tidak sah karena Diego dianggap memasukkan bola ke gawang dengan menggunakan tangan.

Keterangan Persija juga menyebut asisten wasit Jujuk Suharso sempat mengangkat bendera tanda gol tak legal. Namun, bendera diturunkan setelah Annas mengesahkan gol itu.

“Kami sudah berjuang, bermain tanpa lelah. Akan tetapi kenapa wasit seperti ini masih saja diberi kesempatan untuk memimpin sekelas liga di Indonesia. Permainan yang bagus, menarik tetapi dirusak oleh kepemimpinan wasit yang tidak pantas dan cakap dalam memimpin laga,” tutur Ardhi.

Persija sendiri kalah 0-2 dalam laga kontra Persela tersebut dan membuat mereka saat ini berada di peringkat ke-13 dengan 10 poin di klasemen sementara Liga 1 2018.

Kekalahan dari Persela pun menjadi kekalahan kedua kali beruntun Persija di Liga 1 2018 setelah sebelumnya dikandaskan Madura United 0-2 di Jakarta. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER