Diduga Melanggar Kode Disiplin, PSIS Ajukan Protes ke PSSI

SEMARANG , SERUJI.CO.ID – PSIS Semarang mengajukan protes ke PSSI berkaitan dengan laga tandang ke markas Persib Bandung pada 8 Juli 2018 atas dugaan pelanggaran kode disiplin induk organisasi sepak bola tersebut.

Direktur Umum PSIS Semarang Kairul Anwar di Semarang, Kamis (12/7), membenarkan, protes berkaitan dengan pemain yang seharusnya dilarang bermain itu melalui surat klarifikasi kepada PSSI tersebut.

“Saat pertandingan di Bandung, Persib memainkan Oh In-Kyun. Kami ingin mengklarifikasi status pemain yang berposisi sebagai gelandang ini,” katanya.

Ia menjelaskan, Oh In-Kyun dijatuhi sanksi larangan bermain oleh komisi disiplin PSSI berdasarkan surat keputusan Nomor 088/L.1/SK/KD-PSSI/VII/2018 tertanggal 4 Juli 2018.

Sanksi itu dijatuhkan karena Oh In-Kyun terbukti memukul pemain Persija saat kedua tim bertemu di Stadion PTIK Jakarta.

“In-Kyun dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan, masing-masing saat Persib bertemu PSIS dan Perseru Serui,” katanya.

Namun, lanjut dia, surat keputusan itu kabarnya diubah secara lisan pemberlakuannya sehingga Persib memasukkan nama In-Kyun dalam daftar pemain yang akan dimainkan.

Ia menerangkan bahwa berdasarkan Kode Disiplin PSSI 2018 Pasal 44 ayat a yang mengatur tentang permulaan batas berlakunya sanksi disiplin, penundaan pelaksanaan hukuman dinilai melanggar peraturan tersebut.

“Kami menyimpulkan keputusan Komisi Disiplin menunda pelaksanaan hukuman terhadap In-Kyun telah melanggar Kode Disiplin PSSI 2018,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, Persib telah memainkan pemain yang sedang dalam masa hukuman.

“Kami menunggu surat balasan PSSI,” tambahnya.

Ia menegaskan jika keberatan yang disampaikan itu terbukti, maka kemenangan Persib atas PSIS pada laga itu harus dibatalkan. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER