Borneo Jamu Arema Tanpa Diego Michiels

SAMARINDA, SERUJI.CO.ID – Kesebelasan Borneo FC tidak akan diperkuat oleh salah satu pemain andalannya yakni Diego Michiels pada laga lanjutan Liga 1 2018 melawan Arema FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (9/4).

Diego yang merupakan kapten tim Borneo FC itu harus absen akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Mitra Kukar, pada laga derby tim Kalimantan Timur pekan lalu.

Pelatih Borneo FC Dejan Antonic kepada awak media mengaku tidak merisaukan dengan absennya Diego.

Pasalnya kata Dejan, pihaknya sudah menyiapkan alternatif pemain yang bisa menggantikan peran pemain naturalisasi itu.

“Semua oke persiapan juga oke, Diego absen kartu merah tapi kami masih punya Abdul Rachman selain itu masih ada pemain muda sebagai pelapis juga siap, saya tidak pusing karena mereka siap tampil maksimal,” kata Dejan, Ahad (8/4).

Dengan absenya Diego Michiels, kemungkinan besar Dejan akan kembali memainkan Leonard Tupamahu di posisi Fullback kanan.

Sedangkan Fullback kiri tetap menjadi milik Abdul Rachman, selain itu Borneo FC juga masih memiliki Tedi Berlian yang bisa dimainkan sebagai Fullback kanan.

Tak hanya soal Diego, pada laga menghadapi Arema itu Borneo FC juga masih belum bisa memainkan striker asal Brasil, Marlon da Silva.

Eks penyerang Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan itu masih dibekap cedera dan saat ini berada di Jakarta untuk pemulihan.

“Marlon juga tidak bisa main dan sudah dua minggu ini cedera. Memang dia sudah bisa latihan tapi tidak bisa dipaksa. Perlu step by step untuk proses sembuhnya, saya sudah bicara dengan fisoterapi. Mungkin lawan Persija dan Persib baru dia bisa main,” ucap Dejan.

Dejan juga mengingatkan anak asuhnya agar tetap menjaga fokus melawan Arema FC.

Pasalnya performa buruk Arema di awal Liga 1 2018 tak bisa dijadikan patokan untuk menyebut timnya lebih unggul.

Ia menilai Arema tetaplah klub dengan tradisi besar di Indonesia “Kami harus hati-hati karena kita lawan tim yang punya tradisi bagus di sepakbola Indonesia. Jadi kita harus tetap disiplin dan fokus pada pertandingan. Saya percaya sama anak-anak siapapun yang main harus tampil maksimal untuk borneo,” jelasnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.