Borneo FC Tahan Imbang Sriwijaya

SAMARINDA, SERUJI.CO.ID – Tuan rumah Borneo FC berbagi angka dengan tamunya Sriwijaya FC setelah kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol pada laga perdana Liga 1 musim 2018 di Stadion Segiri Samarinda, Ahad (25/3) malam.

Tim berjuluk “Pesut Etam” itu gagal mewujudkan ambisinya untuk meraih kemenangan perdananya di kompetisi musim ini, meskipun lebih banyak menciptakan peluang.

Tercatat tim besutan Iwan Setiawan itu memiliki tujuh kesempatan untuk mencetak gol, sementara “Laskar Wong Kito” menciptakan lima peluang, bahkan dua di antaranya tepat sasaran.

Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan mengakui bahwa penampilan timnya tidak dalam kondisi 100 persen, karena para pemainnya tampak kelelahan secara fisik usai pertandingan memasuki menit ke-70.

“Salah satu persoalan tim ini adalah kondisi fisik yang jelek. Menit 70 kita ditekan Sriwijaya dan kita tidak bisa apa-apa. Tentu pelatih fisik di awal musim ada Jaino, setelah Piala Gubernur Kaltim baru saya ambil alih sepenuhnya,” ungkap Iwan.

Usai laga, suporter Borneo FC menghujat Iwan Setiawan dengan kata-kata kasar lantaran tidak puas menyaksikan permainan yang ditunjukkan Lerby Eliandry dan kawan-kawan.

“Iwan out, Iwan out,” teriak suporter dari tribun.

Mendengar itu, Iwan lantas bereaksi dengan berjalan menuju ke arah suporter dan memperlihatkan gestur seperti meminta maaf.

Menurut Iwan, hasil imbang melawan tim kuat Sriwijaya FC patut disyukuri, karena seluruh pemain juga telah berjuang keras.

“Sebenarnya hasil draw dengan tim sekelas Sriwijaya FC itu merupakan hasil yang menurut saya tidak terlalu jelek. Mengingat pertama, Sriwijaya tim yang memiliki persiapan lebih awal. Sriwijaya juga tim yang bermaterikan pemain terbaik yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai perlakuan suporter Borneo FC sangat tidak fair lantaran menghujat dirinya usai anak asuhnya meraih hasil imbang melawan Laskar Wong Kito. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.

Muru’ah