Bertandang ke Myanmar, Bali United Boyong 20 Pemain

DENPASAR, SERUJI.CO.ID –┬áKesebelasan Bali United memboyong 20 pemain ke Myanmar guna menghadapi tuan rumah Yangon United dalam pertandingan lanjutan penyisihan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (11/4).

“Untuk menghadapi pertandingan babak penyisihan Piala AFC 2018 melawan tuan rumah Yangon United kami menyiapkan 20 pemain,” kata pelatih kepala Bali United, Widodo Cahyono Putro kepada pers di Denpasar, Senin (9/4).

Ia mengatakan ke-20 pesepak bola itu sudah dipersiapkan secara matang pada laga di kandang lawan. Sehingga diharapkan mampu memetik poin pada pertandingan tersebut.

“Anak asuh kami memang tak sempat istirahat, setelah sebelumnya bertanding melawan Perseru Serui dalam pertandingan Liga 1,” ujarnya.

Widodo Putro mengatakan untuk posisi penjaga gawang, Wawan Hendrawan tidak diboyong ke Myanmar lantaran masih menderita demam dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Sedangkan I Made Wardana akan didampingi Diky Indriyana untuk posisi penjaga gawang yang dibawa dalam laga tandang kali ini.

Sedangkan di posisi pemain belakang, tim Bali United akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Antara lain Ahn Byungkeon, Demerson Bruno Costa serta Ricky Fajrin masuk ke dalam rombongan. Selain itu ada juga Agus Nova Wiantara dan Dias Angga Putra.

Perubahan terjadi di posisi gelandang yakni tim “Serdadu Tridatu” tidak diperkuat Nick Van Der Velden dan Milos Krkotic. Nick Velden absen lantaran hukuman akumulasi kartu kuning, sementara Milos Krkotic belum terdaftar di AFC sebagai pemain Bali United karena baru bergabung.

Sebagai gantinya tim pelatih Bali United memboyong gelandang muda Sutanto Tan. Dan gelandang andalan seperti Fadil Sausu dan Muhammad Taufiq. Sementara itu, di posisi penyerang, yakni Ilija Spasojevic, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly.

Hanya saja tim pelatih Bali United masih belum bisa memboyong Yabes Roni Malaifani lantaran masih dalam masa pemulihan cedera. Sebagai gantinya adalah Miftahul Hamdi, I Nyoman Sukarja, dan Yandi Sofyan.

Pemain Bali United yang berangkat ke Myanmar adalah Diky Indriyana, I Made Wardana, Agus Nova Wiantara, Ahn Byungkeon, Demerson Bruno Costa,Taufik Hidayat, Ricky Fajrin, Dias Angga Putra, Fadil Sausu, Sutanto Tan,Taufiq, I Gede Sukadana, Ahmad Agung Setia Budi, Hanis Sagara, Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, I Nyoman Sukarja, Miftahul Hamdi, Ilija Spasojevic dan Yandi Sofyan. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER