Berhadapan Dengan Borneo FC, Pelatih Persija Belum Pikirkan Kekuatan Lawan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setelah memastikan diri lolos ke semifinal Piala Indonesia dan akan berhadapan dengan Borneo FC, pelatih Persija Ivan Kolev mengaku belum memikirkan kekuatan calon lawan karena butuh waktu untuk menganalisisnya.

“Saya tak bisa berkomentar. Tolong berikan waktu kepada saya untuk melihat permainan mereka sekarang.” kata Ivan Kolev dalam keterangan resmi yang dipantau media di Jakarta, Senin (6/5).

Tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini memastikan diri lolos ke semifinal setelah menang 1-0 atas Bali United pada pertandingan leg kedua di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Ahad (5/5). Gol kemenangan Persija ini diciptakan oleh pemain gaek Ismed Sofyan.

Persija lolos ke semifinal meski dengan agregat 2-2 karena unggul dalam produktivitas gol tandang setelah pada pertandingan leg pertama di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali kalah dengan skor 1-2.

Apa yang dikatakan Ivan Kolev juga cukup mendasar karena pertandingan semifinal Piala Indonesia itu rencananya baru akan dilaksanakan usai lebaran atau setelah kick off Liga 1 yang sedianya digelar 15 Mei. Apalagi anak asuhnya belum berada dalam kondisi terbaik.

Kemenangan dari Bali United ini diharapkan menjadi titik balik mengingat sebelum menang dari anak asuh Stefano Cugurra ini, Persija mengalami lima kekalahan beruntun dari berbagai turnamen mulai Piala Presiden hingga kualifikasi Piala AFC.

Jika Persija sudah pasti menghadapi Borneo FC, kondisi berbeda dialami PSM Makassar karena hingga saat ini belum mendapatkan calon lawan yang dihadapi pada semifinal Piala Indonesia. Antara Persebaya dan Madura United yang bakal menjadi lawan.

Hingga saat ini pertandingan babak delapan besar antara Persebaya melawan Madura United belum ada titik terang. Seharusnya pertandingan ini digelar 25 dan 30 April. Namun, karena tidak mendapatkan ijin dari kepolisian, pertandingan dengan sistem home away ini urung digelar.

“Kami belum terima surat sampai saat ini. Sampai komunikasi kemarin, kami sepakat dengan PSSI, yang paling memungkinkan setelah lebaran,” kata sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman, dilansir situs resmi klub.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.