Berbenturan Dengan Pemain Lain, Andritany Alami Patah Tangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penjaga gawang sekaligus kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mengalami patah tangan dan harus absen selama dua bulan, kata dokter tim, Donny Kurniawan.

Cedera tersebut dialami Andritany karena berbenturan dengan pemain Borneo FC, Terens Puhiri, dalam laga leg pertama semifinal Piala Indonesia 2018-2019, Sabtu (29/6).

Dalam pertandingan itu, Andritany pun harus diganti dengan Shahar Ginanjar di babak kedua.

Menurut Donny, Andritany sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan akan segera menjalani operasi.

“Dia akan dioperasi hari ini pukul 14.00 WIB,” tutur Donny.

Dengan absen selama dua bulan, Andritany dipastikan tidak tampil di leg kedua semifinal Piala Indonesia 2018-2019 yang berlangsung Sabtu (6/7) di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Ia juga kemungkinan absen di beberapa laga Liga 1, termasuk ketika menghadapi Persib Bandung di pertengahan Juli 2019.

Pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Indonesia 2018-2019 itu, Persija berhasil menundukkan Borneo FC dengan skor 2-1.

Di leg kedua, skuat berjuluk Macan Kemayoran tersebut hanya butuh minimal hasil imbang untuk lolos ke final.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER