Arema Menang Tipis Atas PSIS Semarang

MALANG, SERUJI.CO.ID –  Arema FC menang tipis atas tamunya PSIS Semarang dengan skor 1-0 pada lanjutan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (1/6) petang.

Gol tunggal tim berjuluk “Singo Edan” ini dilesakkan Dedik Setiawan pada menit ke 37, dan mengantarkan tim kebanggaan warga Malang Raya ini bangkit dari klasemen dasar Liga 1.

Pada pertandingan itu, Tuan Rumah Arema FC sebenarnya diunggulkan mampu menang lebih dari satu gol, namun beberapa kali peluang gagal menghasilkan gol dan sempat kesulitan menerobos pertahanan PSIS Semarang.

PSIS yang tampil sebagai tim tamu justru tak mau hanya tampil bertahan dan bahkan beberapa kali menekan pertahanan Arema.


Memasuki menit ke 37, Arema berhasil membobol gawang lawan melalui Dedik Setiawan, setelah memanfaatkan umpan terobosan Atayew, skor pun berubah dan berpihak pada tim tuan rumah 1-0.

BACA JUGA:  Tanpa Didukung Bonek, Persebaya Incar 3 Poin Lawan Persela

Tertinggal satu gol, tidak menyurutkan pasukan PSIS Semarang untuk terus menggempur Arema, bahkan beberapa kali menyulitkan pertahanan tim yang bermarkas di Kepanjen Malang tersebut.

Namun hingga jeda pertandingan babak pertama usai, skor 1-0 bagi kemenangan Arema masih bertahan.

Memasuki babak kedua, Arema berusaha menambah pundi golnya, sedangkan tim lawan juga tidak mau kalah begitu saja, bahkan beberapa menit sempat menguasai umpan-umpan bola.

Meski demikian, penampilan kedua tim pada pertandingan babak kedua secara umum menurun dan kehilangan greget tidak seperti babak pertama, hal itu diakui pula oleh pelatih Arema FC, Milan Petrovic.

“Kami tidak bermain seperti biasanya. Terutama pada babak kedua,” kata Petrovic, usai laga.

Hingga babak kedua usai, Arema FC tetap memimpin 1-0, dan membuatnya naik dari peringkat terbawah dengan mengantongi 12 poin, sedangkan PSIS Semarang menempati posisi juru kunci. (Ant/Su02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi