Tak Ada Uang, PSSI Gagal Kirim Tim Putri U-15 ke Piala AFF

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Timnas Putri Indonesia U-15 akhirnya gagal mengikuti pertandingan Piala AFF Putri U-5 yang rencananya diadakan di Chonburi, Thailand pada 9-21 Mei 2019 mendatang.

Gagalnya Timnas Putri U-15 berlaga di ajang yang telah diikuti Indonesia sejak tahun 2009 tersebut disebabkan keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menarik diri.

Dikutip dari laman resmi AFF di Jakarta, Jumat (5/4) alasan PSSI mengundurkan diri dari turnamen Piala AFF Putri U-15 2019, karena PSSI mengalami masalah keuangan.

Dengan mundurnya Indonesia, maka Grup A turnamen tersebut menyisakan empat negara yaitu Myanmar, Vietnam, Filipina dan Timor Leste.

Sementara Grup B ada tuan rumah Thailand, Laos, Malaysia, Singapura dan Kamboja.

Absennya Indonesia di Piala AFF U-15 Putri 2019 menjadi yang pertama sejak turnamen itu berlangsung tahun 2009. Prestasi terbaik Indonesia di turnamen tersebut adalah berlaga di penyisihan grup.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy