Terungkap, Fakta-Fakta Tuan Rumah Piala Dunia 2026

MOSKOW, SERUJI.CO.ID – Berikut ini fakta-fakta terkait terpilihnya Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dalam kongres FIFA di Moskow, Rusia, Rabu (13/6).

Untuk pertama kalinya putaran Piala Dunia digelar di tiga negara.

Tiga negara tersebut akan membagi tanggung jawab penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia 2026, dimana AS akan menggelar 60 laga, sedangkan Meksiko dan Kanada masing-masing 10 laga.

Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia pertama dengan peserta mencapai 48 tim, lebih banyak dibanding saat ini 32 tim.

Pertandingan final akan digelar di Metlife Stadiudim di New Jersey, AS, markas klub NFL New York Giants dan New York Jets.

Dalam pemungutan suara, AS-Meksiko-Kanada memperoleh 134 suara, sedangkan Maroko 65 suara.

Anggota-anggota yang mendukung kandidat gabungan dari Amerika Utara itu mencanangkan bahwa Piala Dunia 2026 di AS-Meksiko-Kanada akan menghasilkan keuntungan 11 miliar dolar AS.

Piala Dunia di Amerika Utara itu juga diproyeksikan meraup lima miliar dolar dari aktivitas ekonomi jangka pendek, termasuk menciptaan 40.000 pekerjaan dan lebih dari 1 miliar dolar penghasilan tambahan untuk kota-kota dan negara tuan rumah.

Lebih dari 5,8 juta tiket akan terjual dan menghasilkan sekitar 2 miliar dolar AS.

Sebanyak 23 kota menjadi kandidat penyelenggara pertandingan Piala Dunia 2026, dimana 16 akan terpilih.

Kota-kota di AS yang menjadi kandidat adalahThe 17 U.S. candidate cities are Atlanta, Baltimore, Boston, Cincinnati, Dallas, Denver, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, Nashville, New York/New Jersey, Orlando, Philadelphia, San Francisco, Seattle, dan Washington.

Kanada (Edmonton, Montreal and Toronto) dan Meksiko. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan